M.e. T.i.m.e.

February 4, 2012 at 3:10 am Leave a comment

Dua hari lalu, untuk mengatasi kebosanan mendekam di apartemen (gara-gara flu yang kurang ajar itu), saya memutuskan untuk pergi ke salon dengan seorang teman. Teman saya mau retouch warna rambut, sedangkan saya mau meni-pedi sekalian facial. Niat ya saya nyalon-nya? Iyalah, secara saya sudah hampir berabad-abad *jiahh* tidak pernah memanjakan diri ke salon, dan saya amat sadar tidak lama lagi yang namanya kesempatan pergi ke salon akan menjadi barang langka nan mewah untuk saya.  

Salon tujuan kita namanya Charming Beauty Salon. Salon ini popular di kalangan ibu-ibu expat di UB dan juga Mongolian Ladies. Mungkin karena tempatnya nyaman, peralatannya bersih, pegawainya juga professional. Dann…di Charming rata-rata pegawainya bisa berbahasa Inggris, seenggaknya untuk komunikasi dasar lah. Jadi yang gak bisa Bahasa Mongolia gak perlu pakai bahasa Tarzan di sana, hehehe. Ditambah lagi ni salon satu bangunan sama Pub & resto yang cukup terkenal di UB, Big Irish Pub, jadi kalau selesai nyalon mau lunch atau sekedar ngupi-ngupi aja dulu juga bisaaaa…. Btw, saya gak lagi promosiin salon ini ya…saya belum diangkat jadi PR-nya Charming soalnya :p.

Eniwei, perawatan saya dimulai dengan pedicure. Sang pegawai yang masih muda dan berparas manis (saya lirik name tag-nya, namanya B. Soyoloo…hehe, nama yang tidak biasa untuk lidah Indonesia) dengan telaten mengurus kaki saya yang sudah lama tidak pernah di rawat. Mulai dari membersihkan dan merapikan kuku kaki, merapikan kutikel, mengikis lapisan kulit mati, memberi pijatan dan scrub di area kaki dan betis, sampai tentunya mengaplikasikan nail polish, dengan warna pilihan saya merah cabe. Pokoknya enak banget dah…berasa dimanja. Pas si embak Soyoloo mengikis lapisan kulit mati di tumit, saya jadi membayangkan serial CSI Miami. Hah, kenapa? Sumpah, saya gak membayangkan si ganteng Adam Rodriguez di serial itu…cuman kalau di serial CSI lapisan kulit begitu bisa dijadikan materi untuk pemeriksaan DNA. Halah!

Selesai pedicure, saya lanjut dengan manicure. Untuk kuku jemari tangan saya pilih nail polish warna pink kecoklatan. Biarin deh gak matching dengan warna kuku kaki. Bukan apa-apa, saya kan juga merangkap jadi inem di rumah…jadi sehari-hari kudu berurusan dengan cuci-mencuci dan bersih-bersih yang bisa dengan gampang merusak hasil manicure. Jadi kalau pakai warna soft, setidaknya kalau cat kuku mengelupas dikit gak begitu kentara, hehehe.

Selesai manicure, saya lanjut dengan facial. Doh, beauty is painful itu berlaku banget di sesi facial kali ini. Berkali-kali saya ber-ah uh mengaduh pada saat facial. Bukan salah mbak-nya yang mem-facial sih…tapi salah jerawat sebiji-biji jagung yang bertengger nakal di jidat imut saya itu *zedinggg…*. Mbaknya hanya menjalankan kewajiban mengeluarkan isi jerawat di jidat saya –dengan penuh semangat– saja. Setelah beberapa menit disiksa pas mengeluarkan jerawat, akhirnya saya bisa lebih rileks ketika wajah saya dipijat dan diberi masker. Asli, sesudah itu saya ketiduran beneran saking rileksnya.

Saya merasa nyaman selesai nyalon, berasa cantik dan segar ya bok. Ya, bekas-bekas pencetan jerawat yang masih memerah di jidat biar sajalah, paling esok hari juga sudah hilang. Dan walaupun harus merogoh dompet cukup banyak (kalau di Jogja uang yang saya keluarkan untuk sesi salon kemarin cukup untuk full day spa), it’s worth it. Lagipula saya juga gak banci salon amat, jadi sesekali keluar uang agak banyak untuk nyalon gak apa-apalah ya…*pembelaan diri*.  

Postingan kali ini gak terlalu penting sih sebenarnya. Bottom line-nya saya mau bilang kalau ME TIME itu penting. Apalagi untuk full time housewife & full time Mom (kalo saya Mom-to-be) yang kerjaannya ngurus rumah tangga dan anak-anak 24/7, sesekali memanjakan diri berasa banget manfaatnya. Entah dengan nyalon atau meditasi atau baca buku…apalah kegiatan yang bisa membuat rileks, sesudah sesi ME TIME dijamin udah seger lagi untuk menjalankan kewajiban sebagai ‘peri rumah’, bener gak? *Yang gak setuju gak usah angkat tangan, hehehe…*

Entry filed under: Miscellaneous. Tags: .

Bule Lidah Indon My Little BIG Miracle. Josh Michael.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: