Bekas – Dibuang Sayang

February 4, 2010 at 12:04 am Leave a comment

Pernah gak menderita (aihh…) sindrom “masih berguna”, “sapa tau tar perlu”, “just in case…”?

Maksud saya di sini untuk barang-barang yang sebenarnya gak pernah dipake lagi, tapi masih nongkrong dg manis …kek di meja, di lemari, dll. karena mikir ‘sayang ah kalau dibuang…’

Saya kadang masih seperti itu.

Sampai kemarin, meja di kubikel saya penuh kertas kertas, buku, dan folder…yang sebenarnya gak semua masih saya pakai.

Saya sedikit tersentil ketika salah seorang teman datang ke kubikel saya dan bilang “kubikel-mu kok kayak gudang ya…?”

Saya melihat sekeliling dan ‘terpaksa’ bilang…“Mmm…iya juga ya?” Walaupun cepat saya sambung lagi, “Gimana ya… tu dokumen-dokumen perasaan masih berguna semua…”

Ketika teman saya sudah hengkang dari kubikel, saya perhatikan lagi dengan cermat kubikel tempat saya ngendon sehari-hari. Betul bok. Di pojok kanan ada jajaran folder bercampur dg buku-buku referensi, kamus, dan agenda-bekas-tahun-lalu-dan-tahun-sebelumnya. Di depannya ada setumpuk kertas, sebagian besar sisa fotokopi handouts semasa saya masih aktif mengajar dulu. Di samping kiri jajaran folder ada sebotol air mineral, Tupperware water jug kosong, cangkir kopi, dan Carl Angel-5 pencil sharpener…berdesakan dengan mesin scanner. Bersenggolan dengan scanner adalah komputer kerja [yg PC-nya dihiasi 3 boneka kayu berbentuk anjing, 1 souvenir Menara pisa, dan 1 souvenir lilin berbentuk-semacam-gajah-bermotif-bunga…semua oleh-oleh dari teman yang pulang cuti]. Di samping kiri komputer ada telepon, selotip dengan tempatnya yg segede gaban, disambung dengan setumpuk (lagi) kertas-kertas dokumen lama, dan diakhiri dengan jajaran 10 folder di sudut kiri kubikel saya. Bhwaa…so very crowded and er…untidy!

Saya langsung berniat untuk beberes,  merapikan meja kubikel-nan-sempit saya… Dokumen-dokumen lama yang sudah gak bakal dipake lagi saya singkirkan, yang kira-kira masih berguna saya rapikan, sebagian kertas bekas saya alihfungsikan untuk media corat-coret dan saya taruh di tempat khusus, folder-folder saya rapikan lagi… Yach, hampir 2 jam lah waktu yang saya habiskan untuk beberes…yang ‘menghasilkan’ sekardus sampah kertas.

Selesai beberes?? Tadaaa…kubikel saya jauuhhh…lebih rapi dan presentable. Bolehlah untuk ikut lomba housekeeping khusus kubikel yang rapi dan teratur, hehehe…

Jadi pengen melakukan big clean up untuk apartemen kami juga. Kayaknya buanyak barang lama yang bisa dilungsurkan atau diparkir di tong sampah. Maklum, gara-gara tinggal di gunung yang susyah nyari barang…kalau pas cuti suka lapar mata…kalap bok…apa-apa dibeli. Apalagi pas dulu cutinya setiap 6 bulan sekali. Waaahhh…itu mah, pergi cuti bawa 1 koper kecil, pulang dari cuti kopernya udah beranak-pinak dan berkembang-biak menjadi 3 – 4 koper guedhe…! Isinya ya baju-baju dan printilan yang gak jelas.

Suka sedih juga kalau melihat isi lemari saya sekarang… paling 30% nya aja yang suka saya pakai. Sisanya? Well…jadi penghuni tetap lemari aja. Mending saya sortir dan saya hibahkan pada yang lebih memerlukan… iya gak?

Bekas – dibuang sayang? Sekarang jadi…bekas-dibuang aja…atau bekas-disumbangin aja…🙂

Entry filed under: Sharing, Work World. Tags: .

Pre Valentine’s Gals Party met ultah, sayang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: