I Matter

January 25, 2010 at 12:45 am Leave a comment

Tadi malam, saya dan suami sama-sama menonton Oprah’s talkshow. Si ratu talkshow itu menampilkan Dr. Oz dan seorang perempuan yang pernah salah diagnosa kena kanker payudara, gara-gara speciment-nya tertukar dengan pasien lain. ‘Kesalahan’ tsb. mengakibatkan salah satu payudaranya harus diangkat walaupun TIDAK ada kanker di situ. [Malpraktek juga terjadi di USA, you know.]

Well, saya tidak mau bercerita panjang lebar tentang talkshow-nya. Yang mau saya tekankan di sini adalah ucapan perempuan tsb. yang mengatakan “I matter.” yang arti lainnya adalah “I am important.”

Mendengar ucapan “I matter” dari perempuan di talkshow-nya mbak Oprah itu, suami saya langsung menowel saya dan bilang, “Did you listen to her? I matter,” sambil menunjuk ke saya.  Saya sejenak bingung, apa maksud suami saya itu. Kemudian suami saya melanjutkan, “What did you want to do last week? You wanted to go downhill by bus, although you knew nobody could guarantee your safety. And just couple days after that, the incident happened again.”

Oh, THAT one. Saya tidak bisa ngomong apa-apa.

Hari Kamis minggu lalu, saya harus kembali ke kantor imigrasi yang berlokasi di Kuala Kencana untuk urusan perpanjangan passport saya. Dua minggu sebelumnya saya sudah turun gunung juga untuk urusan yang sama, tetapi tidak selesai karena online system-nya yang eror. At the meantime, there are only two ways to go downhill: by bus or helicopter. Saya sudah mendapatkan ‘tiket’ untuk naik helicopter. Akan tetapi, cuaca hari Kamis pagi itu tidak begitu cerah. Sewaktu suami mengantar ke helipad, Tembagapura ditutupi kabut lumayan tebal. Helicopter biasanya tidak akan terbang dalam kondisi cuaca seperti itu. Saya bilang sama suami, kalau helicopter tidak bisa beroperasi hari itu, saya mungkin naik bis saja. Toh setiap hari ada konvoi bis yang turun. I just wanted to get my passport done.

You know what? My husband got really mad at me knowing I was even thinking to go on the bus! Dia bilang, “You go by helicopter or not going at all. If you insisted to go on the bus, do not even bother to come and see me again!”

Whoops, saya tahu betul suami saya 110% serius dengan ucapannya. Dia amat CONCERN dengan keselamatan saya. Walau demikian, dengan keras kepalanya saya bilang, “Hundreds of people still go by buses everyday, you know…and so far they’re OK. I just want to get my passport done. I don’t want to always cancel my classes for my personal matter.”  [well, saya harus cancel kelas hari Kamis itu untuk turun.]

Suami tambah jengkel dengan saya dan mengatakan, “Which one is more important: your classes or your life? Who could guarantee nothing would happen on the road? I can’t believe you want to put your life in risk.”

Saya tahu ucapan suami saya itu betul. Siapa yang bisa menjamin bahwa perjalanan dengan bis akan 100% aman? Walaupun untuk beberapa waktu kondisi kelihatannya sudah berangsur-angsur normal, toh tetap belum ada kepastian bahwa tidak akan terjadi insiden lagi. Di satu sisi saya juga bersyukur bahwa saya punya pilihan; I don’t have to go by bus. Bukan berarti dengan naik helicopter lantas bebas resiko sih… tapi setidaknya bisa mengurangi resiko.

[untungnya kemudian berangsur-angsur cuaca cerah lagi, sehingga helicopter bisa beroperasi dan saya tidak jadi naik bis.]

I really feel for the people yang seolah tidak punya pilihan selain harus naik bis untuk bisa turun ke Lowland, untuk pergi cuti keluar jobsite atau bertemu keluarga di Lowland. Tidak hanya itu, pengangkutan logistic dan keperluan tambang yang lain juga mengandalkan jalan yang sama.  The drivers and passengers do matter, don’t they?

Ya, saya setuju bahwa I do matter. Not only me; every one matters. Setiap orang berharga dan berhak untuk dihargai.

Saya betul-betul berharap no more incident after yesterday’s. Banyak orang mengandalkan tempat ini untuk sumber penghasilan.

They matter. WE matter.  

Entry filed under: Sharing. Tags: .

it happened again! ayam rica-rica

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: