threesome lunch date

January 21, 2010 at 8:03 am 1 comment

hari ini saya berkesempatan lunch bareng seorang teman, cewek, yang sudah lamaa… tidak bertemu. saya kenal dia sewaktu masih sama-sama single, dan sekarang selain sudah menikah dia juga sudah punya dua anak lucu-lucu, satu laki-laki dan satu perempuan.

we’re having a threesome lunch date. di oriental resto, kuala kencana.

dia datang dengan membawa anak laki-lakinya yang berumur 3,5 tahun. a cute lil’ boy… perpaduan teman saya yang berdarah jawa dan suaminya yang asli papua. rambutnya yang agak kriwil, dikit aja sih kriwilnya, terlihat menggemaskan (sumpah, anak ini rambutnya lebih banyak ikut maminya yang berambut lurus). mata hitamnya yang bulat dan besar memandang saya dengan pandangan malu-malu sekaligus curious. mungkin dia berpikir, siapa sih tante yang makan dengan mami saya ini? upps…tante :p.

setelah cupika-cupiki dan menanyakan kabar masing-masing, teman saya membantu anaknya untuk duduk di kursi tinggi khusus untuk anak-anak.

menu pesanan kami: sapo tahu seafood, capcay goreng seafood, sapi lada hitam (yum!), nasi putih untuk saya, dan nasi goreng vegetarian untuk teman saya.

teman saya dengan amat telaten menyuapi anaknya sembari membagi perhatiannya untuk juga mengobrol dengan saya. dia terlihat amat sabar meladeni anaknya yang kadang ingin menyuap makanannya sendiri (yang berakibat butiran nasi berhamburan di meja dan di lantai), menanggapi omongan anaknya (yang masih belum begitu jelas artikulasinya, misal menyebut ‘otel’ untuk wortel), menegur dengan halus ketika anak lelakinya mencoba menaikkan kaki ke meja, menegur sedikit agak keras ketika anaknya memasukkan jarinya di cangkir teh saya.

saya tidak banyak bicara. alasan utamanya sih karena saya sibuk memperhatikan cara teman saya memperlakukan anaknya. kelihatan sekali kalau dia sangat menikmati perannya sebagai ibu. and yes, she loves being a mom. she even told me that she’s now living only for her kids. wow!

saya merasa sedikit jealous melihat interaksi ibu-anak di depan mata saya. you know, mungkin jam biologis saya memang sudah mulai tak-tik-tok untuk mulai punya my own offspring.

teman saya juga menanyakan ‘kapan nih niq…?’ [versi lengkapnya: kapan mau punya baby]

walaupun pertanyaan itu sudah kesekianribukali ditujukan kepada saya, tetap saja sulit untuk menjelaskan mengapa sudah hampir dua tahun menikah perut saya masih saja rata. sementara beberapa teman yang baru saja menikah langsung ‘isi’.

bukan karena saya bermasalah dengan my internal property , setidaknya dari hasil check up terakhir dengan obstetrician beberapa waktu lalu (knock the wood, mudah-mudahan gak pernah bermasalah), tapi karena memang belum waktunya. pingin sih iya…

sesudah selesai lunch, saya ikut teman saya mengantarkan anaknya ke rumah mereka, sebelum kami kembali bekerja. dinding ruang tamu di rumah teman saya dipenuhi foto-foto berpigura kedua anaknya. nice! saya juga bertemu dengan anak perempuannya yang baru berusia 1.5 tahun.

saya mulai lebih mengerti mengapa teman-teman saya selalu mengatakan, ‘being a mother is the most valuable experience in one’s life. it is something to die for.’

that kind of experience untuk saya sendiri…? well, one day… hopefully.

Entry filed under: Friends. Tags: .

passion kamoro dancing and carvings

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: