Kepala Tiga

January 5, 2010 at 11:11 pm 3 comments

Yup. Tanggal 3 Januari hari Minggu kemarin saya genap memasuki usia kepala 3. Walaupun inginnya tetap berusia 29 dan mentok di situ saja, secara fakta ya sudah 30 tahun, hehehe…

Banyak orang menganggap istimewa angka 30 karena katanya usia itu sudah semakin matang. Banyak juga yang merayakan ultah ke-30 secara spesial.

Ultah saya? Tidak ada pesta khusus. Alasan pertama sih karena saya dan suami harus kembali ke site bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Waktu perjalanan Jakarta – Timika kira-kira 6 jam. Jadinya serasa merayakan ultah di pesawat. (Malah spesial toh? Ultah di angkasa, hehehe…). Sampai di Timika kami tidak langsung naik ke Tembagapura karena kami akan ikut helicopter keesokan harinya.

Saya juga tidak menginginkan perayaan yang istimewa. Ada suami di samping saya pada saat ultah serta menerima ucapan selamat dari keluarga dan teman-teman juga sudah sangat berarti bagi saya.

Suami ternyata diam-diam membelikan sebotol parfum Bvlgari Pour Femme pada saat transit di Makassar. Karena katanya, kado peralatan masak yang dia pesankan secara online masih lama baru bisa diterima. Malamnya kami makan di warung makan 212, warung makan sederhana di Timika yang seafood-nya lumayan enak. Itu juga buat saya sudah menyenangkan.

Yang membuat saya terbahak sekaligus terharu, sebelum tidur suami menyalakan sebatang lilin, kemudian lilin itu dibawanya ke saya sambil menyanyikan lagu “Happy Birthday” yang diaransmennya sendiri. Sambil menyanyi dia sesekali menggoyangkan pinggulnya. Kocak!

Memasuki usia 30 membuat saya merenung…apa yang sudah saya ‘hasilkan’ selama kurun waktu 30 tahun usia saya? Coba saya lihat sejenak…

Keluarga

Target menikah sebelum usia 30 tahun terpenuhi 2 tahun lalu. Saya  menikah dengan lelaki yang saya cintai. Tinggal target berikutnya untuk punya momongan saja. (Tapiii…untuk punya momongan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu persiapan yang matang.)

Karir & Finansial

Karir saya 2 tahun belakangan ini tidak terlalu jelek tidak pula luar biasa. Tahun 2008 lalu saya diangkat menjadi Crew Leader (Level 2) di Group Language & Literacy dan membawahi 12 orang. Dari segi gaji, ya…naik sedikitlah dari level 1. Tanggung jawabnya yang bertambah. Bukan karir yang luar biasa cemerlang, tentu saja. Tapi lumayan untuk bisa sedikit membantu keluarga besar saya dan, yang paling penting, bisa membiayai kuliah adik bungsu saya di UPN. Secara finansial saya bersyukur tidak terlalu kekurangan, berlebihan juga tidak. Dan sampai hari ini saya masih bisa ‘mencari uang sendiri’ juga amat saya syukuri sehingga saya tidak selalu harus ‘menadahkan tangan pada suami’.  

Pendidikan

Saya dulu punya impian sudah meraih gelar master sebelum usia kepala 3. Tapi sepertinya sampai saya menulis postingan ini, saya harus cukup puas hanya sampai kuliah S1 dulu. Sebenarnya tahun 2007 lalu saya lolos saringan ikut program in house MBA di perusahaan tempat saya bekerja. Akan tetapi, kesempatan itu bersamaan datangnya dengan lamaran suami saya. Saya harus memilih: menikah atau sekolah dulu. Saya pilih menikah terlebih dahulu. Impian untuk meraih gelar master tetap saya simpan. Mudah-mudahan suatu saat nanti saya berkesempatan untuk sekolah lagi; di bidang yang saya sukai tentunya.

Kesehatan

Memasuki usia kepala 3, saya merasa stamina saya sudah mulai menurun. Berjalan dari akomodasi kami ke kantor yang berjarak kurang lebih ½ km saja saya sudah ngos-ngosan. Padahal dulu naik gunung juga saya jabanin. Barangkali karena sejak menikah saya sudah amat jarang berolahraga. Ke gym sebulan dua kali juga sudah bagus. Padahal dulu saya maniak olahraga. Saya ingin olahraga menjadi candu buat saya lagi.

Well… saya patut bersyukur untuk apapun pencapaian saya di usia saya sekarang. Walaupun sebenarnya masih bisa lebih maksimal lagi. Suami selalu mengatakan, banyak potensi yang bisa saya gali dari dalam diri saya. Hanya saja, saya terperangkap dalam ‘safety net’, bekerja di perusahaan besar dan mendapat gaji tiap bulan… membuat saya kurang berusaha untuk membuat bisnis sendiri, misalnya… atau menekuni suatu hobi yang memang saya sukai.

Saya bertekad tidak mau lagi menyia-nyiakan waktu yang ada dengan hal-hal yang kurang berguna. Tahun ini, menandai usia kepala 3 saya, ada suatu rencana besar yang ingin saya capai. Saya ingin merintis usaha agar kelak bisa menjadi bos untuk diri saya sendiri.

Mudah-mudahan segala rencana saya itu bisa tercapai. Amin.

Entry filed under: Sharing. Tags: .

my best friend’s wedding WHAT A TRIP!!!

3 Comments Add your own

  • 1. beny  |  January 6, 2010 at 4:39 pm

    met ultah ya kak moga sehat selalu,n panjang umur,n makin sukses ….

    Reply
    • 2. yeniunique  |  January 12, 2010 at 1:15 am

      Makasih ya Beny…:)

      Natal kemaren gak pulang kampung kah?

      Reply
  • 3. beny  |  January 14, 2010 at 10:27 am

    pulang mah tapi ndax ade jalan2….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: