Bencana ataukah Pertanda?

October 3, 2009 at 7:50 am Leave a comment

Pada hari Rabu, 2 Sept. 2009 Indonesia ditimpa musibah untuk kesekian kalinya. Gempa berkekuatan 7.3 Skala Richter terjadi di Jawa Barat. Pusat gempa sekitar 142 km barat dari Tasikmalaya dan sekitar 30 km di bawah Samudra Hindia.

Belum sempat betul-betul ‘bernapas’, lagi-lagi bangsa Indonesia tertimpa musibah. Kali ini gempa berkekuatan 7.6 Skala Richter mengguncang bumi Minang. Gempa yang terjadi hari Rabu, 30 September 2009 tersebut meluluhlantakkan ratusan bangunan, meruntuhkan beberapa bukit, menimbun beberapa pemukiman penduduk, dan merenggut  ratusan, bahkan mungkin ribuan, nyawa manusia.

Miris rasanya hati saya mengikuti berita di televisi tentang gempa Sumbar. Tadi malam, 2 saluran tv yang saya pantengin terus: TV-One dan Metro TV. Keduanya mengabarkan detail gempa Sumbar secara intensif. Trenyuh sekali melihat tubuh-tubuh bergelimpangan di bawah reruntuhan bangunan atau orang-orang yang selamat dan terpaksa hidup apa adanya di tenda-tenda darurat.

Gempa memang seolah sudah menjadi tamu ‘langganan’ di Indonesia dalam dua dasawarsa terakhir. Dari lamannya om Wikipedia Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi), berikut catatan gempa bumi skala besar yang terjadi di Indonesia dari kurun waktu 1992 – 2009:

°  30 September 2009, Gempa bumi Sumatra Barat, merupakan gempa tektonik yang berasal dari sesar geser semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang Padang-Pariaman.

°  2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi terjadinya tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.

°   12 September 2007, Gempa Bengkulu 7,9 Skala Richter.

°   9 Agustus 2007, Gempa bumi 7,5 Skala Richter (yang ini gak ada keterangan terjadi di belahan Indonesia bagian mana)

°  6 Maret 2007, Gempa bumi tektonik mengguncang Sumatra Barat. 79 orang dinyatakan tewas.

°  27 Mei 2006, Gempa bumi tektonik kuat mengguncang Yogyakarta dan Jawa tengah. Berkekuatan 5,9 Skala Richter (laporang United States Geological Survey 6,2 SR). Lebih dari 6.000 orang tewas dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.

°  26 Desember 2004, Gempa bumi dasyat berkekuatan 9,0 Skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara, sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di Samudera Hindia. Mengakibatkan korban jiwa ribuan orang.

°   12 Desember 1992, Gempa bumi 7,9 Skala Richter di Flores, menewaskan 2,500 orang.

Semua gempa di atas mengakibatkan kerugian material yang amat luar biasa dan yang juga hilangnya ribuan nyawa secara sia-sia.

Secara lebih mendunia, bencana juga terjadi dimana-mana. Selain gempa di Padang, tanggal 30 September juga menandai tsunami di Samoa akibat gempa berkekuatan 8 Skala Richter di Samudra Pasifik. Informasi ini saya dapatkan dari berita di Kontan online:  http://www.kontan.co.id/ . Masih mengutip berita di Kontan online, Filipina juga dikabarkan bolak-balik menghadapi ancaman badai topan. Kalau mau mengulik lebih jauh, masih banyak lagi bencana yang terjadi di berbagai belahan bumi.

Membuat saya jadi bertanya-tanya sendiri. Apakah gerangan yang terjadi di bumi kita ini? Pertanda bumi sudah semakin tua? Atau alam yang sudah semakin muak dieksploitasi terus-menerus, lantas berontak?

Ataukah, seperti yang banyak didengung-dengungkan, bahwa akhir jaman sudah semakin dekat??

Entahlah… Saya juga tidak tahu harus mencari jawabannya dimana.

Entry filed under: Sharing. Tags: .

Underweight Untuk Kita Renungkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: