Underweight

October 2, 2009 at 8:36 am Leave a comment

Mau cerita sedikit tentang MCU (Medical Check Up)  hari ini.

Datang ke rumah sakit sudah hampir pkl. 7.30 (gara-gara sibuk mencari batik sebelum berangkat, hehehe…), ruang tunggu MCU sudah penuh dengan orang yang antri. Mungkin saya orang terakhir yang menyerahkan pengantar MCU ke bagian administrasi, karena kebanyakan karyawan yang dijadwalkan MCU sengaja datang pagi-pagi supaya cepat dipanggil dan cepat selesai.

Sudahlah, saya pasrah saja. Mau dipanggil belakangan juga tidak apa-apa.

Di samping saya duduk Carolyne, seorang gadis yang bekerja di bagian HRD. Tampak manis dengan blouse batik yang dikenakannya. Juga ada Mbak Nana dari Departemen FM yang juga MCU sama-sama. Lumayan, mengantri bersama 2 teman perempuan di antara puluhan karyawan yang didominasi laki-laki, merasa tidak terlalu menjadi kaum minoritas.

Ternyata saya tidak perlu menunggu terlalu lama. Tahap pertama, dipanggil untuk pengambilan darah. Trus, pemeriksaan fisik secara general. Untuk orang-orang yang bekerja di kantor, pemeriksaan fisik hanya menimbang berat badan, mengukur suhu badan, mengukur tensi, dan mengetes mata masih berfungsi dengan baik atau tidak. Itu saja. Jadi tidak usah kuatir diperiksa apakah ada panu-kudis-kurap atau tidak :-p

Hasilnya untuk saya: berat badan 48kg, suhu badan normal, dan tensi rendah 90/60 (ini pasti gara-gara semalam tidur terlalu larut…keasyikan nonton film di HBO). Kalau kacamata katanya masih okelah… belum bertambah minus-nya.

Selesai pemeriksaan fisik general, boleh makan pagi. Sudah disediakan nasi kotak, kopi dan teh di pantry. Lumayan buat mengisi perut… secara sebelum MCU kan memang gak boleh sarapan dan malamnya diminta berpuasa.

Saya kemudian dipanggil lagi untuk konsultasi dengan dokter, memeriksa detak jantung dan diberi penjelasan tentang kondisi fisik secara umum.

Begitu dokternya melihat catatan berat badan, dia mengatakan kalau saya underweight alias terlalu kurus. Menurut sang dokter, berat badan ideal saya paling tidak 54kg, untuk tinggi badan yang tercatat 156 cm (padahal tinggi badan ini juga salah, seharusnya 159cm).

Underweight, what…?? Perasaan berat badan saya normal-normal saja deh. Dan saya merasa sehat walafiat dengan berat badan seperti ini. Saya tanyakan pada dokter, apa pengaruhnya berat badan saya sekarang untuk kesehatan saya. Beliau menjawab, tidak terlalu masalah sih… hanya terlalu kurus saja. Ya sudah, kalau memang tidak terlalu berpengaruh terhadap kesehatan, tidak perlu ngoyo dinaikkan toh?

Selesai konsultasi dokter, saya ngobrol dengan dua teman perempuan yang MCU sama-sama. Ternyata, mereka juga dianjurkan untuk menambah berat badan karena dianggap terlalu kurus. Akhirnya malah jadi bahan guyonan bertiga kalau dokternya suka melihat perempuan yang lebih ‘berisi’, hehehe…

Sekarang, saya tinggal menunggu hasil pemeriksaan darah dan urine yang belum diterima. Mudah-mudahan kadar kolesterol saya tahun ini masih dalam batas normal dan tidak ada masalah kesehatan yang berarti.

Entry filed under: Health. Tags: .

Secuil Batik Untuk Nasionalisme Bencana ataukah Pertanda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: