Metamorfosis Nama

October 1, 2009 at 7:46 am Leave a comment

Ternyata bukan hanya kupu-kupu yang bisa bermetamorfosis. Nama orang juga bisa. Salah satunya nama (panggilan) saya.

Diberi nama Yeni Wijayanti oleh Bapak waktu saya masih orok, kemudian ditambah nama babtis Gregoria, nama asli saya menjadi Gregoria Yeni Wijayanti.

Awalnya, panggilan saya ‘Yeyen’ yang diambil dari nama tengah ‘Yeni’ (kata ibu saya lho…). Kemudian waktu saya berumur 2 – 3 tahun, Bapak tugas belajar di Pontianak. Di kota katulistiwa ini, saya punya teman bermain yang namanya Deddy. Si Deddy ini biasa dipanggil ‘Uning’ oleh orang tuanya. Suatu hari, masih menurut cerita bunda, saat sedang bermain dokter-dokteran saya bilang pada si Deddy alias Uning begini, “Uning…name situ’ kan Uning, name kamek Unik ye…” (‘kamek’ artinya ‘saya’ dalam Bahasa Melayu Pontianak). Si Uning manggut-manggut setuju. Sejak itu, kata mamak, saya protes berat kalau dipanggil Yeyen dan mengatakan “Tadak…name kamek Unik, bukan Yeyen…!!” Hahaha, kecil-kecil rupanya watak keras saya sudah kelihatan, setidaknya dalam hal memutuskan nama sendiri🙂

Sesudah tugas belajar Bapak selesai, kami kembali ke kampuang halaman, Tumbang Titi. Saya kemudian sekolah TK, SD dan SMP di sana. Guru, teman dan kerabat di Tumbang Titi lebih suka memanggil Yeni, yang kerap dibunyikan dengan tambahan ‘k’ lemah di belakang. Jadi lebih mirip ke ‘Yenik’. Ya sudahlah, diterima saja. Masa protes saya sudah lewat soalnya :-p

Lulus SMP, saya melanjutkan ke sekolah berasrama, SMU Van Lith di Muntilan. Di situ ada cewek dari Gombong yang juga bernama ‘Yenny’. Uuhh…pasaran aja nama Yeni/Yenny :-p. Si Yenny ini nama lengkapnya Yenny Ariestin (ato Yenny Ariesta…pokoknya salah satunya lah…). Akhirnya, supaya gak membingungkan, dan karena sama-sama ogah dipanggil Yeni-1/Yenny-2, kami sepakat mempopulerkan lagi nama kecil masing-masing. Yenny Gombong pakai nama panggilan ‘Gutul’, dan saya pakai nama ‘Unik’ yang ucapan dan tulisannya disesuaikan dengan lidah Jawa menjadi ‘Uniek’. Nama ini beken dari SMU hingga kuliah dan terpampang manis di semua buku catatan atau buku pelajaran saya.

Ketika baru mulai bekerja di Freeport, saya memperkenalkan nama panggilan saya yang dibunyikan ‘Unik’, sesuai dengan lidah Indonesia Timur, dengan aksen bunyi ‘k’ yang kuat. Sering saya ditanya oleh teman-teman atau murid-murid expatriates, “What does ‘Unik’ means?”, yang saya jawab artinya tuh ‘unique’ kalo dalam Bahasa Londo… Akhirnya, daripada susah-susah jelasin mulu, sekalian aja saya patenkan nama panggilan saya menjadi ‘UNIQUE’.

Dari masih jaman pacaran sampai udah menikah, mantan pacar yang sekarang jadi suami sukanya mengenalkan saya pada teman-temannya dengan nama ‘Niq’ doang. Nah, orang-orang Aussie kan suka menambahkan akhiran ‘y’ di belakang kata. Jadilah untuk beberapa orang, nama panggilan saya dimodifikasi lagi menjadi “Niqky”.

Lain lagi ceritanya dengan ibu mertua. Waktu baru dikenalkan, ibu mertua sempat  berasumsi bahwa bunyi ‘Niq’ itu tulisannya ‘Nic’ yang merupakan singkatan dari ‘Nicole’. Sehingga awal-awal dulu, doi sering memanggil saya “Nicole…Nicole…” gitu. Saya sih gak keberatan dipanggil Nicole… kesannya kan jadi sexy gitu. Ya, gak jauh-jauhlah dari image ‘Nicole’-nya Pussy Cat Dolls, hahahaha…

Jadi, soal mau pakai nama apa, sekarang tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungannya. Saya sendiri untuk nama panggilan lebih sreg dengan nama ‘Niq’ atau ‘Unique’, tapi juga masih menyahut ketika dipanggil ‘Yeni’ di Kalimantan sana. Sedangkan untuk yang lebih formal seperti untuk pemesanan tiket, hotel dll saya pakai nama Gregoria. Kesannya lebih resmi dan berwibawa gitu…Dan juga lebih gampang dicocokkan dengan identitas diri. Nah, untuk keperluan perkumpulan ibu-ibu, termasuk nama di salah satu situs jejaring, saya menambahkan family name suami, untuk mempertegas status yang sudah ‘unavailable’ alias sudah diiket🙂

Psstt…suami juga punya panggilan tersendiri untuk saya. Kalau lagi mau romantis, dia panggil saya ‘Yangi’ yang dimodifikasi dari panggilan ‘Sayang’. [Saya juga ogah dipanggil ‘sayang’ sama suami, soalnya dia mah asal udah dianggap teman dekat aja…yg Indonesia… gak cewek gak cowok semuanya dipanggil sayang deh sama dia…]. Atau, kalo lagi pengen ringkes aja dia panggil saya ‘Babe’ yang dibaca ‘beib’ tentunya, bukan babe-nya betawi, hehehehe….

Entry filed under: Miscellaneous. Tags: .

Appraisal Heboh Batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: