Sampah Kertas VS Paper-Addict

September 29, 2009 at 2:17 am Leave a comment

Pagi ini saya menghabiskan hampir 2 jam untuk membereskan serta merapikan gunungan kertas di meja kerja saya. Gunungan kertas yang sebagian besar merupakan dokumen-dokumen lama tsb. kudu disortir satu-persatu, mana yang masih harus disimpan dan mana yang sudah harus menjadi penguni tempat sampah.

Memang luar biasa ternyata pemakaian kertas untuk aktivitas kantor, terlebih untuk yang berkecimpung dalam bidang training seperti Departemen kami. Sepertinya adaa…saja hal yang harus di-print. Sampah kertas residu dari meja kerja saya saja kalau ditimbang mungkin ada sekitar 3 kg, berupa handouts kelas yang lama, lembar jawab ujian peserta tahun-tahun baheula,  soal-soal ujian yang sudah tidak terpakai, cikal-bakal modul, dll dst dsb. Itu baru dari kubikel saya yang tidak seberapa besar. Bayangkan kalau satu kantor yang sortir dokumen. Ckk…ckkk..ckkk…jadi gak tega saya membayangkan berapa ribu batang pohon yang sudah dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan kertas yang kemudian berakhir di tempat sampah begitu. (Sebagian ‘sampah kertas’ dari meja saya masih saya simpan sih…untuk digunakan lagi sebagai recycle paper. Sayang, untuk kertas-kertas jawaban ujian yang sifatnya ‘rahasia’ terpaksa harus saya hancurkan.)

Walaupun jaman sekarang sudah serba elektronik, dan penggunaan e-book semakin populer, sepertinya masih susah saja untuk putus-hubungan-dengan-kertas. Di kantor kami saja, setiap hari entah berapa rim kertas HVS (rata-rata berukuran A4) yang digunakan untuk print out, terutama untuk materi training. Padahal, sesudah training entah materi-materi tsb. masih disimpan peserta atau langsung masuk tong sampah, who knows?  Di departemen-departemen lain juga pastinya tidak terlepas dari penggunaan kertas dalam aktivitas keseharian mereka. Lebih luas lagi, dalam skala perusahaan seraksasa tempat saya bekerja ini, uhh…saya jadi ngeri membayangkan berapa ratus rim kertas yang dikonsumsi setiap bulannya. 

Jadi mengira-ngira, 10 tahun lagi apakah masih akan tersisa pohon-pohon yang bisa ditebang untuk diolah menjadi kertas ya? Atau kalau mau lebih jauh, 1 abad kedepan?? Mungkin pada saat itu, yang namanya kertas tinggal menjadi barang kenangan, yang pernah masuk dalam catatan sejarah manusia. 

Kalau saya menulis ini, bukan berarti saya sendiri sudah bisa terlepas dari ketergantungan akan kertas. Tapi semakin dipikir, saya jadi berasa semakin bersalah terhadap alam. Sekecil apapun, saya juga berkontribusi dalam pengeksploitasian alam… dalam hal ini secara spesifik dalam penebangan pohon untuk dijadikan kertas.

So, what can I do?? Mungkin untuk langkah awal, saya perlu ikut berkampanye mengurangi jumlah print out, seperti yang beberapa orang tulis dalam signature email mereka: Please consider our environment before you print this e-mail. 5 rim kertas A4 setara dengan 1 batang pohon berdiameter 60 cm dengan umur sekitar 12 – 15 tahun.

Entry filed under: A Little Thought. Tags: .

Cara Jitu Tangkis Flu Appraisal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: