Rainbow Family

September 19, 2009 at 12:27 am 8 comments

Seandainya keluarga besar Pak Kastubi semuanya bisa berkumpul, termasuk dengan para besannya, maka akan terlihat berbagai suku bangsa jadi satu. Seperti pelangi.

Ke-pelangi-an keluarga kami dimulai dengan bapak yang menikah dengan perempuan Dayak. Sehingga anak-anaknya menjadi anak JaYa alias Jawa-Dayak. Saya sendiri sih jujur tidak merasa sebagai orang Jawa. Bukan karena saya tidak mengakui suku asal bapak saya, tapi karena saya dan saudara-saudara saya memang tidak dibesarkan dalam kultur Jawa. Lah, Bahasa Jawa saja yang kami tahu sampai dengan SMP hanya menghitung 1 – 10 dalam Bahasa Jawa ngoko. Di luar itu kami lebih akrab dengan kultur Melayu dan Dayak.

Identitas kami sebagai suku Jawa mungkin hanya di atas kertas. Dalam artian, kalau mengurus SIM, SKCK dan semacam itu kan harus mencantumkan suku. Nah, saya biasanya bingung mau ‘mengklaim’ diri saya sebagai suku apa…Pengennya sih sebagai ‘Dayak’ atau ‘Melayu’ sesuai dengan kultur saya dibesarkan, tapi petugasnya biasanya bertanya, “Lah, bapak kamu sukunya apa?” Yaa…karena sebagian besar suku di Indonesia menganut sistem patrialistik, di atas kertas selalu tertulis bahwa saya adalah suku Jawa.

Adik perempuan saya menikah dengan lelaki Menado sehingga anaknya menjadi Menado-Jawa-Dayak. Kakak perempuan saya menikah dengan lelaki Jawa (nah, kalau kakak sih nanti anaknya menjadi Jawa 75% dan Dayak 25%, hehehehe…).

Saya? Menikah dengan lelaki berkewarganegaraan Australia tetapi keturunan Italia. Jadi, kalau punya anak kelak suku bangsa anak kami akan lebih campur-aduk: Italia-Australia-Jawa-Dayak-Indonesia. Hahahahaha… gado-gado banget!

Enaknya menjadi anak dari pasangan Pak Kastubi & Ibu Adriana Kartia, kami tidak dituntut untuk mempertahankan identitas kesukuan. Alias tidak ada preferensi anak-anak mereka harus menikah dengan suku tertentu. Lah, yang namanya cinta dan suka memang seharusnya tidak mengkotak-kotakan warna kulit-ras-suku-bangsa, bukan? Orangtua kami selalu mengatakan, yang paling penting adalah anaknya bahagia dengan pilihannya. Orangtua yang cukup demokrat, menurut saya:)

Masih ada dua orang adik lelaki saya yang belum menikah. Dan saya menanti-nanti apakah adik-adik saya itu akan juga berpartisipasi dalam perluasan ke-pelangian- keluarga kami, hehehehe…

Entry filed under: Family. Tags: .

Antara Mertua dan Memasak Roti Jala & Tape Ketan Ijo

8 Comments Add your own

  • 1. uyeh  |  September 20, 2009 at 9:49 am

    —dan membuat nama anakku jadi puanjang karena harus pake family name. tiap ada family papa mertua yang dateng, aku dikenalin dengan kalimat “ini istrinya deny, anak bungsu saya, dia yang kasi saya cucu laki laki yang bisa nerusin fam” aku iya iya aja, daripada dipecat dari daftar ahli waris hohoohho

    Reply
    • 2. yeniunique  |  September 20, 2009 at 10:45 pm

      hahaha….saking panjangnya nama anak2mu, kakak sampe sekarang susah ngapalinnya. kalo kakak punya anak kelak, biar namanya 2 kata aja… nama depan + familiy name. biar gampang🙂

      Reply
  • 3. dedek  |  November 26, 2009 at 2:33 pm

    aku dayak jak, biar anaknya jadi 75%…hehehe

    Reply
    • 4. yeniunique  |  November 26, 2009 at 10:42 pm

      hahahaha…dedek bilang “aku dayak jak, biar anaknye 75%”… semacam ada indikasi kalo dedek uda punya cewek dan bukan dayak. siapakah dia dek? qiqiqiqiq….

      Reply
  • 5. dedek  |  December 2, 2009 at 10:01 am

    kan belom ada kak, makanya nyari dayak…hahaha

    Reply
    • 6. yeniunique  |  December 2, 2009 at 11:53 pm

      Hahahaha… serius ni Dek mau nyari Dayak? Tak umumin di kaum kerabat di Kalimantan ahhh…

      Reply
  • 7. detty  |  December 3, 2009 at 1:48 am

    Yeni,

    Saya juga punya Pak Kastubi, keluarga besar juga. Ayah saya juga Kastubi, kami 10 bersaudara. Interesting bisa secara kebetulan membaca blog Yeni dan kok ceritanya sangat saya kenal.

    Reply
    • 8. yeniunique  |  December 3, 2009 at 10:43 pm

      Hallo Detty…
      Thanks udah mampir di blog saya ya…
      Waahh…gak nyangka kalau kita sama-sama punya bapak yang bernama KASTUBI dan sama2 keluarga besar. Detty masih menang dari saya kok…karena saya hanya 5 bersaudara, sementara Detty 10 bersaudara, hehehehe…

      Salam kenal sebagai sesama anak dari Pak Kastubi🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: