Antara Mertua dan Memasak

September 17, 2009 at 7:13 am 4 comments

Ada satu hal yang membuat saya sedikit deg-degan kalau pulang ke Australia, ke rumah mertua. Bukan karena mereka mertua yang menakutkan, asli bukan itu. Tapi karena saban kali pulang ke sana, saya selalu diminta untuk memasak buat mereka. Minimal sekali dalam setiap kunjungan. Pertama kali rasanya seperti uji-kelayakan-sebagai-menantu. Lama-lama menjadi semacam acara wajib.

Perkara sepele? Iya, kalau saja mertua saya mau dimasakin apa saja yang gampang. Akan lebih gampang lagi kalau saya bisa memasak dengan mencomot salah satu koleksi resep andalan mama mertua, yang pasti sudah teruji di dapurnya.

Yang bikin pusing, mintanya dimasakin yang khas Indonesia. Padahal kebanyakan masakan khas Indonesia kan kaya rempah dan rasa. Plus, saya suka memasak dengan cita rasa pedas. Sementara mertua saya dua-duanya tidak terlalu nge-fans dengan makanan pedas. Memasak untuk Adrian, my dear hubby, jauh lebih gampang. Secara, doi tergolong pemakan segala, dan perutnya juga sudah beradaptasi sangat baik dengan makanan Indonesia. Malah untuk urusan makan yang pedas-pedas, saya kadang kalah deh sama Adrian.

Kalau saya ingat-ingat lagi… dalam kunjungan-kunjungan sebelumnya ke rumah mertua, saya sudah memasakkan mereka Seafood Asam Pedas, Daging dengan Saus Asam Manis, Kari Ayam, Stuffed Squid alias cumi isi (yang isinya saya kira-kira sendiri)  dan terakhir ‘Fried Silver Fish’ (yang bentuknya mirip teri, tapi belum diasinkan). Rata-rata masakan itu adalah hasil reka-reka resep dan bumbunya saya usahakan untuk disesuaikan dengan lidah mereka. Selesai memasak, biasanya saya menunggu dengan harap-harap cemas, bagaimana komentar mereka terhadap masakan saya. Untungnya, sejauh ini sih mertua selalu memuji masakan saya (entah karena enak beneran, entah untuk menyenangkan hati saya supaya gak mogok masak, hehehe…).

Semalam, dalam perbincangan di telepon dengan Sante Zarantonello (Sante-nya dibaca: Sandy) — sang bapak mertua — beliau mengingatkan saya lagi untuk membawa resep baru dalam kunjungan berikutnya. Biasaa…saya ternyata masih terikat kewajiban memasak untuk mertua.

Duh, duh, duh… harus mulai browsing-browsing resep lagi nih. (Suami sempat mengusulkan untuk memasak ayam rica-rica saja, pakai resep asli yang puedes. Hah? Bisa dipecat sebagai menantu saya nanti, dengan tuduhan membuat mertua sakit perut :-p)

Jadi, tar masak apa ya…???

Yach, setidaknya masih ada beberapa minggu untuk pilah-pilah resep. Doakan saya, semoga masakan berikut juga masih bisa dinikmati oleh mertua.

Entry filed under: Family. Tags: .

Bapak Rainbow Family

4 Comments Add your own

  • 1. uyeh  |  September 20, 2009 at 10:19 am

    wahahahhahaa, aku juga pernah diuji neh sama mertua waktu belum tinggal bareng. pagi pagi mama bawa ikan bakar tanpa sambel trus ditinggal ke gereja. tiba tiba blio sms, “yus, tar pulang gereja papa mama mau makan di rumah ya, tolong buatin sambel dabu-dabu” glundangggggg…. untung ada om google jadi browsing browsing dulu deh. ga tau sih enak apa engga tapi waktu itu mereka ga komen tuh xixixixixi…

    Reply
    • 2. yeniunique  |  September 20, 2009 at 10:47 pm

      huahahahaha…masih inget gak tuh bikin sambel dabu2nya? kalo masih inget, ajarin gw dunk…. biar mertua kakak ajarin makan sambel dabu2 :-p

      Reply
  • 3. uyeh  |  September 21, 2009 at 4:21 am

    yup… tar mertuamu bikinin ikan bakar + sambel dabu dabu aja kak. gampang kok masaknya. cari ikan kue (ragu di australi ada ga), atau ikan laut apa aja asal bukan salmon, kasi perasan jeruk nipis + garam, trus panasin minyak. nah, ikannya disiram-siram pake minyak panas itu biar jadi setengah mateng trus dibakar deh.

    sambel dabu2 mah gampang🙂 iris cabe+tomat+bawang merah. trus dikasi air jeruk nipis. jadi deh…🙂 kalo suka dikasi olive oil. tapi aku biasanya lebih suka ga pake olive. kalo mereka ga doyan pedes kan tinggal ambil air jeruknya aja yang udah kecampur cabe. selamat mengikuti uji kelayakan :)) *cekikik*

    Reply
    • 4. yeniunique  |  September 21, 2009 at 10:50 pm

      Thanks resep dabu2nya dek. mungkin seblom dimasakin buat mertua, kudu nyoba masak di tembagapura dulu🙂. kakak uda dapet beberapa resep yg gampang sihh… dari website-nya keluarga nugraha australia. coba deh dicek, asyik2 loh resepnya…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: