lonely man at the messhall

September 12, 2009 at 4:26 am Leave a comment

Setiap pagi saya melihat dia, lelaki separuh baya itu. Sepertinya dia orang Kanada. Duduk sendiri, hampir selalu, di meja untuk 6 orang. Makan pagi dalam diam sembari memperhatikan orang-orang yang keluar masuk mess.

Saya bisa merasakan tatap matanya memperhatikan saya. Ketika saya swap kartu ID sebelum masuk ke messhall. Kemudian dia akan memperhatikan dimana saya duduk. Mengamati segala gerak-gerik saya. Ketika saya mengambil makanan, membuat kopi, menikmati makan pagi. Awalnya merasa agak risih. Tapi lama-lama terbiasa. Toh, dia tidak pernah mengganggu saya. Terkadang, jika kebetulan mata bertemu mata, dia tersenyum pada saya. Saya ucapkan ‘hello’ dan saya balas senyumnya.

Saya merasa kasihan. Kelihatan kalau dia seperti orang yang kesepian. Entah anak-istrinya ada dimana. Entah dia punya anak-istri atau tidak.

Yang saya tahu, orang seperti dia harus bekerja keras. Miner dengan jam kerja panjang setiap harinya. Sebagai ‘tikus tanah’,  banyak dari mereka yang sehari-harinya nyaris tidak pernah melihat matahari.

Walaupun penghasilannya barangkali besar, jika tidak ada orang untuk berbagi, lantas untuk apa?

Lonely man at the messhall… satu yang biasa saya lihat. Entah berapa ratus lainnya bernasib sama.

Di gunung ini.

 

Catatan: ‘tikus tanah’ adalah sebutan untuk para miner yang bekerja di tambang bawah tanah

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hujan Salju di Milford Track Suami dan Gym

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: