tiga IBU dalam hidup saya

September 5, 2009 at 7:16 am 2 comments

Dalam perjalanan saya yang sudah hampir kepala tiga, ada 3 sosok perempuan yang lekat di hati. Andai hati saya terbagi menjadi bilik-bilik dengan papan nama di depannya, mereka sudah pasti berada di bilik bertanda ‘Ibu’.

Ibu yang pertama tentunya ibu kandung saya. Bernama Adriana Kartia. Perempuan yang melaluinya saya ada di dunia ini. Biasa saya panggil ‘mamak’. Pernah dengan bercanda, saya teriak-teriak memanggilnya ‘mami’. Yang langsung menuai protes dari beliau karena katanya malu kalau didengar tetangga anaknya sok kekota-kotaan. Haha.

Mamak adalah sosok pekerja keras. Darinya saya belajar untuk bisa hidup dalam kondisi apapun. Darinya saya juga belajar bahwa hidup itu perlu diperjuangkan. Mamak selalu bilang, biasakanlah untuk bekerja sedari kecil… Kalau kelak kalian menjadi orang berada, ya syukur… tapi kalau kalian harus hidup pas-pasan, kalian tidak akan terkaget-kaget. Nasihat sederhana tapi mengena.

Darinya jugalah saya belajar bekerja. Termasuk bersama mamak saya pernah membuka lahan untuk dijadikan ladang. Dengan parang kami menebas semak, menebang bambu, hingga merebahkan pohon-pohon seukuran paha orang dewasa. Saat itu saya masih kelas 6 SD.

Saat saya dan adik-adik mulai bersekolah di Jawa, mamak menyokong bapak untuk kelangsungan hidup ekonomi keluarga. Berbekal kepandaian memasak & membuat kue-kue, mamak berjualan di kantin SMP Pangudi Luhur. Sering saya dengar cerita, mamak terkantuk-kantuk tengah malam sembari menggoreng donat untuk jualan. Padahal jam 4 pagi sudah bergegas bangun untuk menyiapkan jualan. Ah!

Mamak sangatlah spesial bagi saya.

Ibu kedua saya temukan sewaktu kuliah di Jogja. Ibu mantan pacar, seorang ibu yang lemah-lembut dan  suka bercerita tentang keluarga dan anak-anaknya. Ibu yang masakannya masih saya kangeni. Walau tidak berjodoh dengan anaknya, ibu selalu punya tempat di hati saya. Bahkan liontin pemberiannya masih sering saya pakai, mengingatkan saya padanya.

Jossie adalah ibu ketiga bagi saya. Bernama lengkap Giuseppina Gilda Giovannina Zarantonello. Karena terlalu panjang dan susah dilafal, disingkat menjadi Jossie. Ibu mertua yang masih enerjik di usianya yang sudah 70 tahun. Perempuan yang nyaris tidak pernah istirahat, kecuali saat tidur di malam hari. Pekerja keras yang penuh cinta. Suka memberi saya mawar yang dipetik dari kebunnya. Punya ratusan resep andalan, dikumpulkan dalam buku tulisan tangan, kelak semoga diwariskannya pada saya. Darinya saya belajar cara membuat cookies sederhana, namun enak. Tidak mau saya panggil ‘Mum’, panggil Jossie saja, katanya. Dengan sepenuh hati meminta saya menjaga anak bungsu yang masih disebutnya sebagai ‘my baby’; lelaki yang menikahi saya tahun lalu. Saya jatuh hati pada kelembutan hatinya.

Tiga orang perempuan, masing-masing punya hati seluas samudra. Saya bangga mereka ada di hati saya.

Entry filed under: Family. Tags: .

BONJEP Kangen

2 Comments Add your own

  • 1. Gita  |  September 6, 2009 at 1:52 am

    Wah..Ibu dan Suami kamu namanya sama2 Adrian!

    Reply
    • 2. yeniunique  |  September 6, 2009 at 10:06 pm

      Iya Git…nama mereka kebetulan kok sama, hehehe… cuman beda2 tipis karena ibuku ada ‘a’-nya di belakang.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: