Burung-Burung Kecil Itu..

August 28, 2009 at 10:56 pm Leave a comment

Setiap pagi sekitar jam enam sampai enam tigapuluh, pada saat aku sedang berkaca dan bersiap untuk berangkat ke kantor (dan tentunya  jika hari sedang tidak hujan), terdengar nyanyian riang burung-burung kecil. Bercicit-cuit merangkai simfoni. Suaranya seolah datang dari dekat jendela kamar. Selalu. Layaknya sebuah rutinitas, hanya saja tidak membosankan.

Pagi ini. Pagi kemarin. Juga ratusan pagi sebelumnya.

Bahkan sore hari jika cuaca cerah dan aku pulang ke rumah saat masih terang, nyanyian riang sang burung-burung kecil seolah menyambutku melangkahkan kaki ke rumah. Mengantarku untuk rehat dari penatnya aktivitas seharian di kantor.

Karena penasaran, pernah diam-diam coba kuperhatikan burung apa gerangan yang bernyanyi begitu riang. Salah satu yang bisa kulihat adalah burung kecil berwarna hitam dengan saputan warna oranye di bagian dadanya. Terbang dengan lincah kesana-kemari sambil terus ramai berkicau. Entah burung apa namanya. Aku sebut saja mereka si burung riang.

Bernyanyi. Berdendang. Menari di ranting-ranting pepohonan. Kadang hinggap sejenak di pinggir jendela untuk kemudian terbang lagi ke tempat lain. Sungguh tak ada beban.

Membuatku kadang merasa iri akan betapa bebasnya hidup mereka. Tidak ada yang mengganggu. Tidak ketapel anak-anak. Apalagi senapan yang mengancam nyawa mereka. Hidup mereka hanya untuk bernyanyi, bergembira dan berkembang biak. Toh makanan juga sudah disediakan oleh alam.

Tidak perlu repot seperti ibu-ibu di kota tambang ini yang harus setiap hari datang ke family shopping untuk sekedar melihat apakah ada sayuran segar dijual di sana atau apakah stok mie instan dan tepung terigu masih ada. Tak perlu juga berharap cemas seperti kami para penghuni kota yang stuck di gunung ini yang tak tahu kapan jalan turun gunung aman dari dor-doran. Tak juga harus kuatir kapan akhirnya bisa berangkat cuti dengan aman dan nyaman untuk bertemu keluarga di luar sana.

Burung-burung kecil itu tak perlu berada dalam situasi seperti kami di lebih dari 40 hari belakangan ini.

Mereka bisa tetap bernyanyi dan bergembira karena tak ada yang memporakporandakan perasaaan aman mereka.

Teruslah bernyanyi wahai burung-burung kecil. Biarlah dengan riangmu kami bisa merasa sebebas dirimu…bebas untuk pergi kemana kami suka dan bebas dari situasi kami sekarang ini…

Entry filed under: Sharing. Tags: .

Dingin Sekali Pagi Ini… A Call from an Old Friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: