Dangdut

August 13, 2009 at 4:31 am Leave a comment

Hari Senin tgl. 10 Agustus kemarin aku dapat email dari kang Neneng alias kang Iman, teman dari paguyuban Mitra Riung Gunung (MRG) yang menanyakan apakah aku bersedia manggung lagi dengan mereka di pesta perpisahan salah seorang karyawan yang akan pensiun. Farewell party-nya akan diadakan tgl. 20 Agustus besok. 

Lagunya? Of course lagu-lagu dangdut. 

Musik yang dibawakan MRG memang identik dengan PongDhut alias Jaipong Dangdut. Waktu masih lajang dulu aku sempat beberapa kali bergabung dengan MRG dalam pentas PongDhut mereka. Bukan karena dangdut adalah musik favorit-ku; tapi lebih karena menyanyi di panggung (apalagi panggung dangdut) bagiku adalah salah satu cara mengendorkan saraf yang penat oleh rutinitas. Ditambah lagi orang-orang yang tergabung di MRG juga suka humor sehingga manggung dengan mereka sekaligus bisa untuk relaksasi. Dan jangan salah…menyanyi lagu dangdut dengan benar itu susah lho! Tidak percaya? Buktikan saja sendiri. Kalau tidak banyak berlatih, cengkoknya itu sulit bukan main. Aku jadi suka kagum dengan teknik menyanyi dangdut si Iis Dahlia yang bagi aku keren. Kalau aku sendiri sih cengkok dangdutku belum ada apa-apanya. 

Sesudah menikah, beberapa kali MRG mengajak manggung lagi, tapi belum pernah kesampaian karena biasanya bentrok dengan jadwal cuti atau aku dan suami sudah punya appointment lain. Alasan lain, karena aku sendiri yang mungkin udah agak membatasi diri untuk tidak sering-sering tampil di panggung sesudah menikah. Apalgi kalau nyanyi dangdut biasanya diiringi joged rame-rame (bahkan dulu penonton yang joged sering nyawer juga). Sepertinya kalau udah menikah kok gimana ya…kalau nyanyi, joged, dan disawer gitu. Maksudnya biar jaga perasaan suami gitu deh… Padahal kalau nyanyi dangdut tanpa joged ya kurang afdol. 

Saat Senin kemarin aku tanyakan ke suami keberatan gak dia kalau aku gabung dengan MRG buat manggung dangdut lagi… dia bilang “As long as you like it, go ahead! Just enjoy.” Yuhuii…bisa nih dangdutan lagi, hehehe… 

Ok. Ijin dari suami udah. Sekarang harus membiasakan diri lagi dengerin lagu-lagu dangdut. Jadilah hari-hari belakangan ini di play list lagu-lagu yang kudengerin judulnya seperti “Gadis atau Janda”, “Malam Terakhir”, “Jablai”, trus mengingat-ingat lagi lirik lagu model “Sekuntum Mawar Merah” atau “Terajana” yang dulu pernah kunyanyikan. Trus sambil tunggu jadwal latihan bareng, aku latihan nyanyi-nyanyi sendiri (ya…kalau pas di kamar mandi maksudnya, hehehe…). Tampang juga kalau diliat sekarang udah dangdut abis kali yach? 

Persiapan berikutnya… ngubek-ngubek lemari, nyari baju yang pantas untuk manggung tapi gak terlalu norak. Wah… susah nih! Baju-baju tanpa lengan yang dulu biasa dipake hangout rasanya sekarang udah terlalu seksi buat aku. Jadi berasa jaim gini! Pilihanku akhirnya jatuh di blus kuning berlengan pendek dan nanti dipadankan sama jeans aja. Sama mungkin ditambah aksesoris ikat pinggang lebar. Udah…gitu aja.

 Loh…loh…jadi semangat banget gini persiapannya? Emang mau konser? Hihihihihi…

 Konser atau gak konser aku gak mau malu-maluin juga. Walaupun nanti itu manggungnya lebih kayak buat amal gitu (baca: gak dibayar), hitung-hitung ngasih kenang-kenangan terakhir buat yang mau pulang sekaligus meramaikan acara.

 “Dangdutt…Dangdut…Dangdut…Dutt..Dutt…Dutt…Dutttt… “ TARIK MANG…!!!

Entry filed under: Miscellaneous. Tags: .

Happy Belated Birthday… Kedutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: