Berpisah vs Anniversary

July 4, 2009 at 4:54 am 1 comment

Beberapa hari yang lalu, seorang teman yang pernah dekat, dalam artian sempat pacaran walaupun hanya dalam hitungan 3 bulan,  mengirim pesan yang isinya mengejutkan. Dia bilang dia dan istrinya mempertimbangkan untuk divorce. Aku tanya mengapa. Dia bilang sudah tidak ada kecocokan. Dan seperti yang biasa dilakukan banyak orang yang mencoba peduli, aku sarankan untuk dipikir-pikir lagi. Kalau bisa jangan berpisahlah. Aku katakan bahwa istrinya kelihatan cantik dan baik, paling tidak dari foto-foto prewed hingga pernikahan mereka yang sempat kulihat, karena aku memang belum pernah bertemu secara langsung dengan istrinya. Dia bilang bahwa antara foto dan kenyataan ternyata jauh berbeda… Dan dia keukuh bahwa mereka sepertinya akan berpisah. Sempat dia selipkan kalimat “Kamu sih…”.

Loh, kok ujung-ujungnya jadi seolah-olah gara-gara saya?

Come on, sesudah putus hubungan, dia juga yang duluan menikah, sementara aku waktu itu masih tidak punya ikatan apa-apa dengan siapa-siapa. Setahun kemudian baru aku menyusul menikah. Jadi, dalam kacamataku kita putus karena memang tidak cocok, belum jodoh… Whatever, you name it.

Akhirnya kubalas pesannya dan mengatakan bahwa semua terserah mereka berdua. Apapun keputusan yang mereka ambil, semoga itu benar-benar merupakan keputusan yang terbaik bagi berdua…bukan hanya untuk memuaskan ego salah satu pihak. Pada akhirnya toh tidak ada yang lebih tahu mana yang terbaik untuk kehidupan perkawinan mereka: terus bertahan demi komitmen pernikahan yang mereka buat, atau berpisah dan masing-masing memulai hidup baru.

Tadi malam dia mengirim pesan lagi bahwa berpisah adalah pilihan yang terbaik untuk mereka berdua. Dia bilang mungkin karena jarak juga yang membuat hubungan dia dan istrinya tidak seindah kisah cinta dalam dongeng. Masalahnya, dia bekerja di luar Jawa dan hanya pulang setiap beberapa bulan sekali, sementara istrinya masih tinggal di Jakarta. Well, what was I supposed to say? Aku bukan dalam posisi sebagai seorang marriage counselor  yang bisa memberikan nasihat-nasihat atau tips-tips jitu untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, pun bukan seorang hakim yang bisa mengetukkan palu meluluskan permohonan cerai mereka. Aku adalah pihak luar yang kebetulan dulu pernah dekat dengan dia. Dan sebagai seorang yang pernah dekat, ada sedikit concern juga untuk dia, sebagai teman tentu saja. Lagi-lagi aku hanya bisa bilang, semoga apapun keputusan mereka merupakan keputusan yang terbaik.  

Muncul pertanyaan dalam hati: mengapa begitu mudah orang menikah dan kemudian bercerai? Atau, mengapa harus menikah kalau sebentar kemudian terus bercerai?

Kasus-kasus perceraian bukan hal yang langka. Selain berita-berita di infotainment tentang artis-artis yang sudah, sedang dan akan bercerai; di sekitar kita juga banyak yang sedang mungkin dalam masalah serupa. Apakah, seperti yang ditulis Dewi Lestari dalam salah satu postingan di blog-nya dia, karena hubungan juga ada masa kadaluarsanya? Sehingga kemudian ketika ada suatu masalah yang tidak terpecahkan atau ego yang memainkan peran dominan, perpisahan lantas merupakan sebuah jawaban?

Entahlah…

Aku juga tidak tahu jawabannya. Karena di sisi lain, dengan usia perkawinanku sendiri yang baru masuk tahun ke-2 (tepatnya 1 tahun 4 bulan lebih beberapa hari), masih panjang jalan yang akan kami tempuh berdua. Jalan yang tidak setiap saat mulus seperti jalan tol, tapi jalan yang kadang juga ada kerikil-kerikil kecil yang kalau tidak hati-hati bisa membuat tersandung. Knock the wood, mudah-mudahan kami awet sampai kakek-nenek, dengan segala perbedaan yang mewarnai kehidupan perkawinan kami.

Seorang teman lain…kali ini cewek… hari ini sedang merayakan ulang tahun perkawinan mereka yang ke-5. Happy Anniversary, my Dear Friend…Selamat sudah melewati setahun lagi kebersamaan kalian dalam pernikahan. Semoga pernikahan kalian juga langgeng… Membaca kisah-kisah yang kamu tulis dalam blog pribadimu, jujur aku merasa salut sama kamu. Salut karena walaupun kamu menikah bukan kamu yang merencanakan, tapi kamu bisa bertahan sampai hari ini. Don’t give up, fighter!

Ada yang sedang dalam proses akan berpisah…ada yang merayakan anniversary… semua dalam waktu yang hampir bersamaan. Begitulah roda kehidupan, bukan?

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Ladies Night Jogja…

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: