Terjebak di Lingkaran Rutinitas

July 1, 2009 at 8:45 am 2 comments

Whoaaa…capek. Dari kemaren berkutat dengan laporan-laporan akhir bulan. Ya milestones-lah, ya SHE-AP lah… pokoknya banyak…menyita waktu dan menguras energi! Baru kelar sekitar ½ jam lalu, dilanjut dengan beberes meja kerja secara besok bakal ada internal audit. Selesai dengan laporan2 dan beberes, rasanya penat. Pengen rileks sejenak. Mendingan aku bikin postingan di blog aja…

Kalau aku pikir-pikir…hidupku sekarang ini kok lebih banyak ngerjain rutinitas ya? Pagi bangun tidur ku terus mandi…tidak lupa menggosok gigi…habis mandi kutolong…eh…habis mandi siap2 trus pergi sarapan. Masuk kerja jam 7, seharian di kantor, pulang kerja jam 5 sore (paling cepet jam segitu sihh..),  trus makan malam, abis itu paling di rumah nonton tv atau ngobrol sama suami. Begituuu..aja setiap hari. Kerjaan di kantor?? Lebih banyak rutinitas juga. Dan yang namanya rutinitas, asalkan terbiasa ya udah kayak otomatis aja ngerjainnya.

Rasa-rasanya kurang banget yach aktivitas buat mengembangkan otak.

Salah satu sindrom orang yang lebih banyak ngerjain hal-hal yg bersifat rutinitas…jadi PELUPA!! Dan buat aku pelupa-nya udah di taraf yang cukup parah. Contoh kecilnya, susah mengingat nama orang… bahkan orang yang sering ketemu. Inget sih wajahnya…tapi kalau ditanya siapa namanya, waa… nyerah deh! Contoh lain, suka lupa kosakata. Kadang pas lagi ngomong…trus diem, trus mikir…tadi aku mo ngomong apa ya? Hahahaha…parah banget deh!! 

Bisa bekerja di perusahaan tambang  besar seperti tempatku bekerja sekarang barangkali impian banyak orang. Impianku juga sih…waktu masih di Jogja dulu… Gimana gak, dengan gaji yang lebih bagus daripada tempat kerja dulu, jelas bekerja di sini menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Makanya walopun tempat kerjaku jauh di Papua, area terpencil pula, tetep dijabanin juga. Dan memang dari segi gaji dan fasilitas lumayan…tapi ternyata segala sesuatunya ada harga yang harus dibayar…termasuk salah satunya adalah degradasi kemampuan otak…

 Masih segar di ingatan waktu pertama kali berangkat ke Papua, Agustus 2003. Penuh semangat. Penuh harapan. Penuh idealisme juga. Awal2 bekerja semangat masih menggebu-gebu, secara gitu lho…pekerjaan baru, lingkungan baru, bekerja sama dan bertemu orang-orang baru…  sering tuh Sabtu2 gitu walopun gak jatahnya kerja tetep masuk kantor sekedar bikin materi-materi ngajar, dsb.

Lama-lama, semuanya jadi rutinitas belaka. Apalagi dalam organisasi sedemikian besar seperti ini seringkali idealisme bentrok dengan segala macam policy procedure dan hirarki kepemimpinan yang ribet bin njlimet. Pada akhirnya banyak yang memilih untuk bekerja dengan achievement standar saja. Sesuai dengan yang biasa dilakukan sehari-hari. Istilahnya di sini bekerja sesuai basis…yang dengan kata lain gak mau kreatif atau bekerja lebih. Termasuk aku kayaknya udah masuk dalam fase itu. Huaa…payah nih!!

Mungkin aku perlu tantangan  baru.

Tantangan dalam bentuk apa? Pindah ke perusahaan lain? Itu mah sama aja… cuman ganti bos doang. Sama aja nanti juga berhadapan dengan yang namanya peraturan ini-itu, policy-procedure begini-begitu…

Trus…apa dong? Usaha sendiri?

Nah, soal usaha sendiri alias bikin bisnis sendiri sebenarnya udah didengung-dengungkan suami dari awal nikah. Dia pengen aku mulai berbisnis, biar gak usah kerja kantoran kayak sekarang… dan sebenarnya sih lebih pada biar bisa jadi boss untuk diri sendiri.

Trus kenapa dong gak mulai2 bisnisnya? Alasannya sih klasik…aku masih takut untuk memulai usaha yang baru. Mungkin udah keenakan terima gaji tiap bulan…dan itu udah income yang pasti. Sementara yang namanya orang berbisnis kan kebanyakan memang harus jatuh bangun dulu. Bisa gagal berkali-kali juga. Itu yang kayaknya aku belum siap. Udah merasa nyaman dan takut keluar dari comfort zone, menurut istilah orang-orang.

Semoga secepatnya aku punya keberanian untuk keluar dari comfort zone yang sekarang dan mulai usaha sendiri…tantangan baru…gairah hidup baru… sehingga otakku yang mulai berhibernasi ini bisa terasah lagi…

Semoga…

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

First Time for Everything… My Love-Hate Relationship with Gym

2 Comments Add your own

  • 1. maggie  |  July 2, 2009 at 1:49 am

    Yupp….mampir di http://www.roniyuzirman.blogspot.com atau http://www.hadikuntoro.blogspot dech..banyak inspirasi dech pokoknya…

    Oh ya ada juga di http://www.madurejo.wordpress.com ..ini orang freeport loh..yang setelah berbelas2 tahun kerja disana banting stir buka usaha retail di ..duch namanya aku lupa (biasa..hehehe..) deket solo dech pokoknya..

    Reply
    • 2. yeniunique  |  July 2, 2009 at 10:37 pm

      Aku udah coba juga berkunjung ke blog2 yang kamu rekomendasikan.
      Yup…bener…banyak inspirasi.
      Thanks a lot ya Git…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: