Posts filed under ‘Health’
Obat Batuk…Top Markotop
Sudah hampir seminggu ini saya didera *halah, lebay :p* batuk dan pilek yang menyiksa. Tepatnya sih sebenarnya annoying. Pasti semua sudah pernah lah kena batuk + pilek ya? Hidung meler, tenggorokan kering & gatal (pengen garuk kok susah?), susah tidur karena sebentar-sebentar harus uhuk-uhuk batuk… Yang paling susah kalau pas batuk+pilek gak boleh minum obat pula.
Itu yang terjadi pada saya.
Berhubung saya sedang berbadan dua *deuh, bahasa saya jadul amat* Pak Dokter tidak menyarankan saya minum obat batuk. Beliau hanya memberi sekeping permen strepsil dan sebotol tetes hidung untuk membantu melegakan pernapasan ditambah wejangan untuk banyak istirahat. Inggih, Pak Dokter.
Tapi yang namanya batuk bandel, mana mempan hanya dengan permen strepsil. Tiga malam lalu saya nyaris tidak bisa tidur semalaman gara-gara batuk-batuk melulu. Suami juga ikut jadi korban tidak bisa tidur pulas, padahal esoknya dia harus bangun pagi untuk bekerja. Ugh, menyebalkan deh pokoknya.
Kemudian saya teringat seorang teman yang memang malas minum obat pernah bilang pada saya, kalau dia batuk paling mantap itu minum perasan jeruk nipis dikasi kecap. Saya cek lemari es…gak ada jeruk nipis (memang di UB gak ada yang jual jeruk nipis juga, hehehe…) tapi masih ada sebuah jeruk lemon. Aha!! Kalau pepatah bilang “Tiada rotan, akar pun jadi” saya bilang “Tiada jeruk nipis, jeruk lemon pun jadi…” Jadilah saya membuat ramuan obat batuk a la kepepet: perasan jeruk lemon plus kecap manis. Dan berhubung lemon itu kecut sangat, saya beri sedikit garam di ramuan obat batuk saya. Sebuah jeruk lemon mana cukup lah ya…jadi hari Selasa lalu saya pesan pada suami untuk membelikan saya beberapa jeruk lemon lagi. Kemarin ibu tetangga saya yang baik hati menyumbangkan seplastik lemon juga…cukup untuk stok beberapa hari.
Begitulah…sudah 3 hari ini saya mengkonsumsi ramuan obat batuk itu tiap kali tenggorokan terasa gatal. Untuk variasi saya juga membuat ramuan perasan lemon + madu + air hangat. Dan syukurlah, batuk yang saya derita sekarang sudah jauhhh…berkurang, dan saya pun bisa tidur lebih enak.
Tadinya saya pikir khasiat lemon untuk menyembuhkan batuk itu hanya sugesti. Tapi ternyata setelah saya konsultasi dengan Om Google, memang lemon berkhasiat menyembuhkan flu. Selain kandungan vitamin C –nya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, lemon juga mengandung antivirus yang mencegah virus berkembang biak. Khasiat lain dari lemon bisa dibaca di sini.
Oalah…ternyata begitu tho ceritanya. Anyway, thanks ya Lemon….sudah membantu diriku berperang melawan batuk. Untuk yang sedang mencari-cari alternatif obat batuk, semoga postingan ini berguna ya
Makan, Ga Takut Gemuk
Hari Minggu siang tiga hari lalu, saya dan suami diundang untuk Easter Lunch di rumah couple yang berasal dari Afrika Selatan. Nyonya rumah sedang hamil 5 bulan, menginjak bulan ke-6. Perutnya doang yang makin membuncit, tapi secara keseluruhan dia tidak mengalami penambahan berat badan yang berlebih. Kandungannya juga sehat-sehat saja. Pertumbuhan janin normal (kata dokternya sih…)
Saya tanya, “Apa sih rahasianya…?” (banyak juga ibu hamil yang bobotnya langsung melambung soalnya…)
Dia bilang, makan dalam porsi sedikit tapi sering. Dia punya kebiasaan makan 6x sehari. Pagi diawali dengan makan ‘porridge’ alias bubur. Beberapa jam kemudian makan lagi yang lain, biasanya kata dia buah. Siang makan lumayan besar. Sore makan buah lagi. Malam biasanya gak makan besar (karena masih kenyang seharian perut udah diisi terus). Dengan cara demikian, dia bisa menjaga bobot tubuh sekalipun sedang hamil. Nutrisi untuk bayinya juga tetap bisa terpenuhi. Dia juga banyak minum air putih, minimal 6 – 8 gelas per hari.
Hmm, sebenarnya sih itu bukan rahasia luar biasa sih. Kita juga udah tau ya kalau makan dalam porsi sedikit tapi sering jauh lebih baik daripada jarang makan tapi sekali makan porsinya besar? Cuman, teori memang gampang; prakteknya yang susah :p
Pasangan itu juga punya tips lain untuk mengerem laju makan, terutama kalau makanannya berkalori tinggi (seperti menu siang itu, lasagna yg kaya keju dan daging giling). Orang asing itu kan budayanya makan menggunakan garpu dan pisau; garpu dipegang tangan kiri, pisau dipegang tangan kanan (untuk right-handed alias kidal), atau kebalikannya untuk orang left-handed. Nah, mereka berdua ini right-handed people. Dan ketika makan, mereka memegang pisau dg tangan kiri dan garpu dg tangan kanan. Cara demikian bisa mengerem laju makanan masuk ke mulut, daaannn…rasa makanan juga bisa lebih dinikmati karena makan lebih pelan. Coba aja… susah lho memotong dengan tangan kiri, untuk kita yg non-kidal. Saya sempat mencoba trik itu sebentar, tapi kemudian balik lagi…memegang pisau dengan tangan kanan, hehehehe…
Jadi, untuk yang pengen menjaga berat badan (atau mungkin menurunkan berat badan), gak perlu diet ketat sampai gak makan. Makan dalam porsi kecil sampai 6 kali dan trik makan pasangan South Afrika itu patut dicoba.
Good luck
Almonds – my favorite camilan
Beberapa waktu belakangan saya agak males untuk sarapan. Padahal ya, saya sadar banget pentingnya sarapan sebelum memulai aktivitas. Tapi namanya gak selera mau gimana lagi?
Cuman kalo gak sarapan, di kantor sekitar jam 9an gitu perut saya mulai keroncongan. Untuk menghindari ngemil-sembarangan-dan-kalap, saya biasanya membawa barang segenggam-dua genggam almonds ke kantor.
Saya sering mendengar kontroversi mengenai almond. Dulu dibilangnya almond sumber lemak dan gak bagus untuk yang diet. Tapi ternyata riset membuktikan bahwa kacang satu ini punya banyak manfaat.
Coba aja google dengan kata kunci ‘almonds’, sodara-sodara akan menemukan ribuan entry yang membahas tentang how good almonds are for your health.
Coba ya…almonds itu katanya merupakan sumber yang amat bagus untuk vitamin E; 25gr almonds menyediakan 70% dari kebutuhan harian (akan vit. E). Almonds juga mengandung magnesium, potassium, zat besi, serat dan sumber lemak tak jenuh yang bagus. Almonds juga mengandung lebih banyak kalsium daripada kacang-kacangan yang lain. Tau dong, kalsium itu bagus banget untuk tulang?
Itu saja manfaatnya? Ow, tentu tidak.
Almonds juga mengandung amyghalin, yang juga dikenal sebagai Vit. B17, nutrisi controversial anti-kanker.
Almonds juga dikabarkan bagus untuk kesehatan jantung, sumber protein tinggi (around 18 percent, and contain virtually no carbohydrates, ideal for diabetics, pre-diabetics or anyone with blood sugar issues).
Yang paling menggembirakan, makan almonds dalam porsi moderate diklaim bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, dan membantu penurunan berat badan! Cucok untuk yang lagi diet tentunya ya…
Jadi…jadi…gak salah kayaknya pilihan saya ‘sarapan’ dengan almonds.
Berdasarkan pengalaman, ‘ngemil’ segenggam almond sekitar jam 9an gitu membuat saya jadi ‘tahan lapar’ dan gak pengen ngemil yang lain sampai waktu makan siang. Trus, makan siang juga jadi gak kalap gitu. Paling gak, walopun udah jarang olahraga, berat badan masih bisa terjaga
Pokoknya…almond is my favorite camilan deh…
Sumber info dari sini.
Lower Back Pain
Kemarin, seharian saya berasa kayak nenek-nenek. Tiba-tiba, pinggang belakang bawah bagian kanan saya nyut-nyut nyeri gitu. Bisa jadi karena kebanyakan duduk di depan komputer dan tidak melakukan stretching. Atau, bisa juga gara-gara hari Rabu malam saya ikut aerobik lagi (sesudah sebulan lebih gak pernah ikut) tapi melewatkan sesi pendinginan alias cooling down-nya.
Wahh….gak enak banget lah kena lower back pain. Masa ya, kalau jalan harus agak berjingkat-jingkat sambil pegang-pegang pinggang. Dohh…gak keren banget!
Pagi ini sih rasanya sudah lumayan. Mungkin secara umur masih cukup muda, jadi proses penyembuhan juga lebih cepat *halah, merasa masih muda bok…* Beberapa waktu lalu, Mamak juga sempat terkena lower back pain yang cukup parah, yang mungkin terjadi waktu beliau bersih-bersih. Barangkali Mamak tidak sengaja memutar pinggang terlalu cepat dan tiba-tiba gitu… Kalau orang tua kena lower back pain proses penyembuhannya lama lho… Untuk kasus Mamak saya, beliau terpaksa harus bedrest hampir 2 minggu. Dan sudah lebih dari sebulan beliau masih merasakan nyerinya.
Apa sih penyebab lower back pain, bagaimana mencegah dan obat apa yang bisa digunakan?
Ada buanyak artikel yang sudah membahas masalah ini. Salah satunya bisa dibaca di link ini atau ini. Saya copas beberapa informasi ya…
Penyebab lower back pain:
Most low back pain is triggered by some combination of overuse, muscle strain, and injury to the muscles, ligaments, and discs that support the spine. Many experts believe that over time muscle strain can lead to an overall imbalance in the spinal structure. This leads to a constant tension on the muscles, ligaments, bones, and discs, making the back more prone to injury or reinjury.
The causes of pain in the low back, or lumbosacral region, tend to add on to one another. For example, after straining muscles, you are likely to walk or move in different ways to avoid pain or to use muscles that aren’t sore. That can cause you to strain other muscles that don’t usually move that way.
Selain yang sudah dijelaskan di atas, lower back pain bisa juga disebabkan karena hal-hal lain, termasuk infeksi bakteri.
Apa aja gejala low back pain?
Symptoms of a back sprain or strain generally include:
- Muscle spasms, cramping, and stiffness.
- Pain, mostly in the back and buttocks. The pain may develop quickly or over a longer period of time. Pain generally occurs in episodes. It is aggravated by weight-bearing or specific movements and is relieved by rest. The most severe pain usually lasts 48 to 72 hours and may be followed by days or weeks of less severe pain. The back is easily reinjured during this time.
Symptoms of nerve-root pressure generally include:
- Leg pain. If pain extends below the knee, it is more likely to be due to pressure on a nerve than to a muscle problem. Most commonly, the pain starts in the buttock and travels down the back of the leg as far as the ankle or foot.
- etc…etc…
(penjelasannya panjang bok… mending dibaca sendiri dari sumbernya ya?)
Yang menurut saya penting diketahui adalah bagaimana mencegah supaya tidak terjadi low back pain (katanya kan lebih baik mencegah daripada mengobati, toh?). Nah, menurut artikel yang saya baca, gak ada bukti pasti kalo low back pain bisa 100% dihindari sih… Tapi hal-hal berikut bisa dilakukan, setidaknya untuk membantu menghindari terkena low back pain — yang gak-enak-enak-o itu.
- Olahraga untuk menjaga punggung & pinggang sehat dan kuat. Program yang dimaksud termasuk aerobic conditioning dan olahraga yang bersifat strengthening, yang bisa membantu mengurangi low back pain terulang lagi.
- Lindungi punggung Anda sewaktu duduk. Postur sewaktu berdiri juga penting. Ketika berdiri, telinga, bahu, pinggul, dan lutut harus berada dalam satu garis satu sama lain (maksudnya tegak getooo…)
- Cobalah posisi tidur yang berbeda yang melindungi punggung anda.
- Pakai sepatu yang haknya rendah (mmm….ini agak sulit buat saya. Every now and then, saya tergoda untuk pakai sepatu berhak tinggi. Bukan apa-apa, sepatu berhak tinggi, dalam acara tertentu, selalu berhasil membuat PD saya berlipat :-p)
- Pertahankan berat yang ideal untuk menghindari tekanan yang berlebih di pinggang bagian bawah Anda.
- Jika Anda seorang perokok, berhentilah merokok. Karena merokok meningkatkan resiko osteoporosis sekaligus kadar sensitivitas Anda terhadap rasa nyeri.
- Makan makanan yang mengandung nutrisi. Konsumsi kalsium, fosfor dan vitamin D juga disarankan untuk membantu mencegah osteoporosis.
- Trus, harus bisa memanajemen stress, baik di rumah maupun di tempat kerja.
Pada intinya, jangan mau kena low back pain deh… Percaya sama saya, GAK ENAK banget rasanya.
Oia, untuk home remedy dan medication bisa dibaca sendiri di link yang saya kasih di atas tadi ya….
Semoga sharing saya hari ini berguna
sarapan pagi
ada pepatah kuno yang berbunyi“breakfast like a king, lunch like a prince and dine like a pauper.”
pepatah yang sebenarnya mau menekankan pentingnya breakfast alias sarapan pagi. menurut si pepatah kuno, makan besar itu harusnya dilakukan pada pagi hari sementara malam hari harusnya makan sedikit saja.
trus, komposisi sarapan pagi yang baik (dan sehat) harusnya terdiri dari protein, karbohidrat kompleks dan buah sebagai penyedia serat. protein sangat bagus dikonsumsi saat sarapan karena bisa mencegah rasa lapar dan membuat kita merasa kenyang sampai waktu makan siang. sumber protein yang baik termasuk telur, kacang-kacangan, daging rendah lemak dan susu rendah lemak.
oia, bagi penyuka kopi, minum secangkir kopi sebagai pelangkap sarapan juga sah-sah saja. konon kopi membantu metabolisme tubuh.
sayangnya kebanyakan dari kita tidak suka sarapan. alasannya? gak ada waktu… harus buru-buru berangkat ke kantor lah… ke kampus lah… ke sekolah lah… atau simply because we don’t have any appetite in the morning. padahal nih…proper breakfast itu penting banget untuk memberikan energi yang kita perlukan sepanjang hari sekaligus mencegah makan berlebih atau ngemil selama beraktivitas. menurut beberapa penelitian, orang-orang yang biasa sarapan yang baik cenderung berat badannya normal karena mereka gak banyak makan snack yang fatty dan banyak gula sepanjang hari.
jadi?? jangan lupa sarapan yaa…
saya sendiri? saya sih biasanya tidak pernah tidak sarapan. hanya saja beberapa hari belakangan saya kurang bernapsu makan pagi (napsunya yang lain, huahahaha…).
seperti tadi pagi, saya “hanya” sarapan 2 buah pisang ambon, segenggam kacang almond dan secangkir kopi. eh, tapi sepertinya sudah mencukupi komposisi karbohidrat & serat (dari pisang), sama protein (dari almond) ya?
happy breakkie…
Hasil MCU
Pagi tadi, saya bela-belain ke rumah sakit untuk bertemu dokter. Buat apa? Ya buat konsultasi hasil medical check up saya minggu lalu.
Kalau tahun-tahun sebelumnya sih, konsultasi hasil itu dilakukan hari yang sama dengan jadwal MCU. Sekarang, katanya hasil akan dikirim ke Departemen masing-masing, alias gak ketemu dokter lagi untuk dijelaskan hasilnya. Gara-garanya, orang yang ikut MCU perharinya terlalu banyak, jadi dokternya agak kewalahan, gitu…
Lah, buat saya orang awam begini, mana ngerti istilah-istilah kedokteran yang dicantumkan di kertas hasil MCU itu. Dan buat saya, lebih nyaman kalau bertemu dokter langsung, sekalian bisa tanya-tanya informasi yang diperlukan.
Petugas rumah sakit bagian MCU kayaknya agak heran, kok saya ngotot pengen konsultasi dokter. Dia bilang, “Loh mbak, kan hasilnya akan diambil oleh admin masing-masing…” (Yee, admin kan bukan dokter yang bisa jelasin, mas…)
Anyway, akhirnya saya bisa juga konsul hasil tsb. Dokter yang memberi penjelasan pada saya namanya Dr. Indah. Orangnya ramah dan sabar menghadapi pertanyaan-pertanyaan saya. (Bahkan untuk pertanyaan di luar hasil check up, hehehe…)
Hasil yang perlu saya catat dari MCU, khususnya untuk tes darah adalah: fungsi hati normal, fungsi ginjal normal, gula darah normal, asam urat juga kadarnya masih normal. Dan yang paling membuat saya bersorak kegirangan adalah: kadar kolesterol saya tahun ini juga normal, di bawah 200!! Horee…horeee…!! Ini adalah pemecah rekor selama saya bekerja di Freeport Papua. Sebelumnya, dari 5 kali MCU berturut-turut, kolesterol saya selalu di atas 200, bahkan sempat dianjurkan untuk diet rendah lemak segala.
Oia, berkat konsultasi tadi, saya juga jadi tahu apa yang dimaksud dengan beberapa istilah aneh, seperti Alanine aminotransferase (fungsi hati) dan Creatinine (fungsi ginjal). Coba…kalau saya hanya terima hasilnya saja dan gak ketemu dokter, mana tau saya istilah-istilah itu artinya apa… Iya gak?
Underweight
Mau cerita sedikit tentang MCU (Medical Check Up) hari ini.
Datang ke rumah sakit sudah hampir pkl. 7.30 (gara-gara sibuk mencari batik sebelum berangkat, hehehe…), ruang tunggu MCU sudah penuh dengan orang yang antri. Mungkin saya orang terakhir yang menyerahkan pengantar MCU ke bagian administrasi, karena kebanyakan karyawan yang dijadwalkan MCU sengaja datang pagi-pagi supaya cepat dipanggil dan cepat selesai.
Sudahlah, saya pasrah saja. Mau dipanggil belakangan juga tidak apa-apa.
Di samping saya duduk Carolyne, seorang gadis yang bekerja di bagian HRD. Tampak manis dengan blouse batik yang dikenakannya. Juga ada Mbak Nana dari Departemen FM yang juga MCU sama-sama. Lumayan, mengantri bersama 2 teman perempuan di antara puluhan karyawan yang didominasi laki-laki, merasa tidak terlalu menjadi kaum minoritas.
Ternyata saya tidak perlu menunggu terlalu lama. Tahap pertama, dipanggil untuk pengambilan darah. Trus, pemeriksaan fisik secara general. Untuk orang-orang yang bekerja di kantor, pemeriksaan fisik hanya menimbang berat badan, mengukur suhu badan, mengukur tensi, dan mengetes mata masih berfungsi dengan baik atau tidak. Itu saja. Jadi tidak usah kuatir diperiksa apakah ada panu-kudis-kurap atau tidak :-p
Hasilnya untuk saya: berat badan 48kg, suhu badan normal, dan tensi rendah 90/60 (ini pasti gara-gara semalam tidur terlalu larut…keasyikan nonton film di HBO). Kalau kacamata katanya masih okelah… belum bertambah minus-nya.
Selesai pemeriksaan fisik general, boleh makan pagi. Sudah disediakan nasi kotak, kopi dan teh di pantry. Lumayan buat mengisi perut… secara sebelum MCU kan memang gak boleh sarapan dan malamnya diminta berpuasa.
Saya kemudian dipanggil lagi untuk konsultasi dengan dokter, memeriksa detak jantung dan diberi penjelasan tentang kondisi fisik secara umum.
Begitu dokternya melihat catatan berat badan, dia mengatakan kalau saya underweight alias terlalu kurus. Menurut sang dokter, berat badan ideal saya paling tidak 54kg, untuk tinggi badan yang tercatat 156 cm (padahal tinggi badan ini juga salah, seharusnya 159cm).
Underweight, what…?? Perasaan berat badan saya normal-normal saja deh. Dan saya merasa sehat walafiat dengan berat badan seperti ini. Saya tanyakan pada dokter, apa pengaruhnya berat badan saya sekarang untuk kesehatan saya. Beliau menjawab, tidak terlalu masalah sih… hanya terlalu kurus saja. Ya sudah, kalau memang tidak terlalu berpengaruh terhadap kesehatan, tidak perlu ngoyo dinaikkan toh?
Selesai konsultasi dokter, saya ngobrol dengan dua teman perempuan yang MCU sama-sama. Ternyata, mereka juga dianjurkan untuk menambah berat badan karena dianggap terlalu kurus. Akhirnya malah jadi bahan guyonan bertiga kalau dokternya suka melihat perempuan yang lebih ‘berisi’, hehehe…
Sekarang, saya tinggal menunggu hasil pemeriksaan darah dan urine yang belum diterima. Mudah-mudahan kadar kolesterol saya tahun ini masih dalam batas normal dan tidak ada masalah kesehatan yang berarti.
Cara Jitu Tangkis Flu
Selain sebagai “melting pot” alias tempat bertemu & berkumpulnya orang dari berbagai belahan bumi, Tembagapura juga sangat berpotensi sebagai tempat “ngumpul” berbagai virus flu. Bagi saya sendiri, rekam medis saya periode 2003 – 2006 didominasi kasus flu. Minimal 6 bulan sekali saya terserang flu. Padahal sebelumnya jarang tuh saya sakit.
Terkena flu pastinya sangat tidak mengenakkan. Apalagi di daerah dingin seperti Tembagapura, kalau sudah terserang flu biasanya lama sembuhnya. Lebih parah lagi kalau sudah dibarengi batuk yang mengakibatkan tenggorokan meradang. Kalau sudah kena radang tenggorokan, paling dokternya memberi antibiotic. Padahal konon sering mengkonsumsi antibiotic juga gak bagus buat kesehatan.
Setahun belakangan ini sudah sangat jarang terserang flu ato batuk. Thanks to my hubby yang mengenalkan beberapa jurus penangkal flu. Kuncinya jangan membiarkan flu sampai “jadi”. Begitu sudah ada gejala yang biasanya diawali dengan bersin-bersin, langsung kudu dilawan.
Beberapa tips berikut mungkin berguna buat yang sering terserang flu:
- Menggunakan larutan garam untuk ‘membilas’ saluran hidung. Caranya: ambil air suam-suam kuku, jangan terlalu panas (air dengan suhu ruangan juga boleh, asalkan matang). Larutkan garam secukupnya, tidak perlu terlalu asin. Untuk ‘membilas’ saluran hidung, larutan garam tsb. bisa langsung dihirup dengan hidung. Lebih gampang dengan menggunakan ‘syringe’ (semacam alat injeksi atau semprotan) untuk menyemprotkan larutan garam tsb. ke dalam hidung. Larutan garam sangat efektif untuk membantu pengeluaran cairan yang biasanya menyumbat saluran hidung. Efeknya ya melegakan pernapasan. Gunakan larutan garam 2x sehari (pagi dan sore/malam).
- Minum teh panas yang dicampur madu, jahe, dan jeruk nipis. Kalau ada, doyan dan boleh, teh-madu-jahe-jeruk nipis tsb. bisa dicampur sedikit wiski.
- Makan sup ayam yang dimasak dengan banyak merica, bawang putih dan seledri.
- Jangan lupa, tidur yang cukup!
- Oiya, kalau mau bisa juga mengunyah bawang putih mentah. Khusus tips terakhir ini, selain efektif menangkal serangan flu, juga efektif membuat pasangan anda ogah untuk dekat-dekat, hahahahaha….
Jurus-jurus di atas sangat membantu lho… sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap obat-obat buatan pabrik. Kalaupun harus minum obat, paling banter cuman panadol cold & flu doang, ditambah paracetamol kalo badan meriang.
Yang sering saya praktekkan adalah #1 – 4. Untuk #5 saya masih gak kuat efek sampingnya, hehehe…
Tentang Kolesterol
Rasa fobia saya terhadap kolesterol membuat saya browsing informasi tentang si kolesterol, dan tadaaa…dapatlah info-info berikut:
° Kolesterol adalah molekul sejenis lipid yang ada di aliran darah dan dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh dan diproduksi oleh hati.
° Kolesterol dalam darah terdiri atas HDL, LDL, dan trigliserida. Walaupun sejumlah kolesterol dalam darah sangat dibutuhkan untuk kesehatan, jika kolesterol diproduksi secara berlebih, maka akan timbul berbagai macam masalah penyakit.
° HDL atau High Density Lipoprotein merupakan kolesterol baik karena dipercaya dapat mengeluarkan kolesterol jahat di dalam darah. Sedangkan kolesterol jahat itu sendiri biasa disebut dengan LDL atau Low Density Lipoprotein.
° LDL biasanya mengangkut sebagian besar kolesterol tubuh, beberapa di antaranya ditransfer melalui dinding arteri yang selanjutnya berkumpul membentuk plak. LDL sendiri memiliki sifat aterogenik yang menyebabkan penebalan dan kekakuan pembuluh darah.
° Penyebab kolesterol sendiri bisa dikarenakan berbagai macam faktor, termasuk di dalamnya pola makan dan riwayat keluarga. Kelainan kadar kolesterol dalam darah disebut sebagai dislipidemia.
° Pada orang yang memiliki kolesterol tinggi ditambah dengan faktor risiko lainnya, seperti penyakit jantung maupun stroke, maka dinding pembuluh darah mudah dimasuki oleh kolesterol jahat atau LDL. Selain itu, lemak juga menjadi mudah menyusup. Lama-kelamaan akan menumpuk sebagai plak. Namun, pada orang yang kadar kolesterolnya normal, LDL tidak akan mudah menyusup.
° Saluran darah yang sehat, pada permukaannya akan datar dan halus. Pembentukan plak sendiri tentu akan membuat saluran darah menjadi lebih sempit, dan jantung otomatis harus bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah.
° Untuk mencegah kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah, upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meminimalisasi faktor risiko. Faktor risiko kolesterol dibagi dua,yakni faktor risiko yang bisa diubah dan tidak bisa diubah.
° Faktor risiko yang tidak bisa diubah antara lain usia. Biasanya semakin bertambah usia, kadar kolesterol pun semakin tinggi. Selain itu, jenis kelamin juga merupakan salah satu faktor. Biasanya wanita memiliki risiko terkena kolesterol tinggi ketika masa menopause karena di masa ini kadar LDL dalam tubuh wanita cenderung meningkat.
° Sementara itu, faktor risiko yang bisa diubah antara lain faktor gaya hidup, seperti obesitas, kandungan gizi pada makanan yang kurang diperhatikan saat dikonsumsi, kurang aktivitas yang bisa memicu naiknya kadar kolesterol, dan merokok. Semua faktor ini dapat membantu pembentukan penumpukan lemak pada dinding arteri.
° Untuk itu, pengecekan secara berkala terhadap kolesterol perlu dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol. Normalnya kolesterol dalam darah seseorang antara 150-200 mg/dl. Jika kadar kolesterol total kurang dari 200 mg/dl, maka seseorang dikatakan berisiko rendah terhadap penyakit jantung.
° Sementara yang total kolesterol antara 200-239 mg/dl, maka dia berisiko terserang penyakit jantung, dan jika total kolesterol lebih dari 240 mg/dl, maka termasuk yang berisiko tinggi terhadap penyakit jantung.
° Untuk mencegah penyakit pembuluh darah, ada tiga rasa yang harus dihindari. Pertama adalah rasa manis yang dihasilkan oleh gula yang bisa menjadi penyebab dari penyakit diabetes melitus. Kedua adalah rasa gurih yang berasal dari makanan berlemak seperti daging (dengan penyakit penyertanya adalah dislipidemia, sebagai faktor risiko utama penyakit jantung koroner). Terakhir adalah rasa asin yang berasal dari garam yang bisa menyebabkan hipertensi.
Sumber: www.Okezone.com
****
[Hmm, untuk saya…usaha yang pertama kali perlu dilakukan tampaknya memperbaiki pola makan.]
Menjelang MCU
Kemarin siang, saya dapat e-mail cinta-rutin-tahunan dari admin. Yang berisi surat pengantar Annual Medical Check Up (MCU) untuk tanggal 2 October 2009 nanti.
Apa?? Sudah harus medical check up lagi? Perasaan belum lama deh saya MCU. [Iya Niq, terakhir kamu MCU tuh October 2008 :-p]
Uhh…saya sebenarnya agak alergi dengan yang namanya MCU. Bukan soal prosesnya, tapi result-nya. Yang membuat saya agak-agak tidak percaya diri adalah masalah KOLESTEROL.
Dari hasil MCU tahun 2005 diketahui bahwa kadar kolesterol saya mencapai angka 250. Oleh dokter, saya disarankan untuk diet rendah lemak dan banyak olahraga. Angka 250 itu cukup membuat kening beberapa orang berkerut. Dengan nada kurang percaya, mereka bilang, “Masa sih bodi kecil kayak kamu kolesterol-nya tinggi?”.
Yeee…kolesterol gak hanya tergantung dari berat badan kaleeee… Untuk kasus saya, pola makan jelas sangat berpengaruh. Dan di messhall karyawan tercinta, menu ‘normal’ setiap hari berkisar di seputaran daging, telur, makanan bersantan. Yaa, kadang suka ada juga salad sayuran dan buah segar sih… Tapi, seringnya gak membuat berselera.
MCU tahun 2006, kolesterol turun dikit, tapi masih di atas angka 200. Kalau gak salah sih sekitar 230 gitu. Tahun 2007, turun lagi menjadi sekitar 220an. Terakhir di tahun 2008 menjadi 213. Lumayannn…
Nah, menjelang MCU tahun 2009 ini saya agak fobia lagi dengan angka kolesterol. Pasalnya, kemarin sesudah saya makan buntut sapi, rasanya kok agak ‘nggeliyeng’ gitu…Kayaknya merupakan salah satu indikasi kolesterol naik deh. Apalagi dalam dua bulan terakhir ini, suplai sayuran dan buah segar di messhall termasuk langka. Jadi, konsumsi sehari-hari (mau tidak mau) ya telur, daging dan ikan. Diet yang miskin serat.
Duh, mudah-mudahan hasil MCU saya besok baik-baik saja. Gak enak tau kalau harus diet macam-macam…
