Posts filed under ‘Friends’

reuni kecil

Trip kali ini saya cukup bahagia, walaupun saya terpaksa harus pergi sendiri as my beloved hubby couldn’t go with me…

Yang membuat saya bahagia adalah kesempatan bertemu teman-teman lama, khususnya teman-teman jaman SMU yang sudah lamaaa….gak pernah ketemu. Dimulai hari Minggu, Linda menyempatkan datang menemui saya. Bisa ditebak, ngobrolnya seru abies! Linda adalah sosok teman yang ceria plus cerewet. Jadinya ngobrol sama dia gak ada habisnya. Hari Senin, giliran saya yang datang ke kantor Gita, teman yang lain, dan sukses ‘menculik’ dia untuk ngobrol sambil lunch selama 2.5 jam!

Tadi malam yang paling rame. Saya melontarkan ide untuk bertemu teman-teman di Jakarta, mumpung saya lagi di Jakarta dan gak bawa ‘buntut’ :) . Obrol punya obrol, ternyata si Henry Kwee yang sudah berdomisili di Singapore juga sedang di Jakarta untuk urusan bisnis. Ditambah lagi si Agrip yang tinggal di Kaltim juga sedang di Jakarta untuk business trip juga. Cocok!

Kesepakatan kita ketemu di Foodcourt Plaza Senayan sehabis pulang kerja.

Jam 6 saya sudah sampai di Plaza Senayan. Tapi karena saya pikir teman-teman paling datang sesudah jam 6, ya saya sempat jalan-jalan ke Zara dulu, hehehe…

Saya kemudian saya dikontak oleh Adi “Mlenyek” Satya, nanyain…kok gak ada orang? Ya udah, saya pergi ke foodcourt-nya. Ternyata sudah ada tiga orang di sana: Linda, Didik dan Mlenyek. Kemudian satu persatu datang Anita, Frieda, Acil (Febriana Dwiyanti), Agrip, disusul Kiky dan Djowo, Bule alias Budi Lelono, Henry Kwee, dan terakhir Yulia Ekayanti.

Bisa ditebak, seru banget! Yang saya suka adalah rasa ikatan kekeluargaan yang erat dengan teman-teman SMU itu. Jadi inget saat masih culun-culunnya di SMU dibanding dengan obrolan semalam yang lebih ‘dewasa’. Tapi teteppp…yang namanya kumpul dengan teman SMU banyak haha-hihi nya juga. Ngobrolin sekolah, asrama, suster, sampai teman-teman gimana kabarnya. Sungguh bisa mengobati kerinduan saya dengan teman-teman lama.

Kami nongkrong di PS sampai foodcourt-nya tutup. Foto-foto? Ow, pastinya… Dari PS, saya, Kiky, Henry dan Djowo melanjutkan nongkrong & ngobrol di daerah Kemang.

Thanks for the great moment, my dear friends… I’m looking forward to the next one :)

June 10, 2010 at 3:35 am Leave a comment

Memorial Service for Steve

Two days ago we heard shocking news. One of our community members – he’s called Steve – suddenly passed away at work. People guessed it was caused by heart attack.

He’s still pretty young, 48 years of age. He didn’t smoke. He was active and went to gym quite regularly.

He left his beloved wife and three children.

It was so devastating, both for his family and his friends he left behind. No one had ever thought he would’ve gone that quickly. You can imagine how his wife and kids felt when they heard the news… their loving husband & father, who said goodbye in the morning to go to work…and in the afternoon came back home in a box… It absolutely breaks anyone’s heart!!

***

My husband and I went to the memorial service for him yesterday afternoon. It was in the Community Hall.

A different atmosphere (hard for me to describe) was in the air when we walked into the hall. A lot of people — mostly the expatriates and their families (husbands, wives, kids) and Steve’s friends from work – filled up the room. Everyone wanted to show their respect to Steve. There I felt a very strong bond among the members of the community.

I did not see Steve’s wife. I think she’s so devastated that she could not go to the memorial service for her husband. The other two kids were not there either, one was home accompanying his mother and the other was in another country. Only one of their children named Khya was there. She’s so brave to be there… I took my hat off to that little girl…

After the Opening prayer, Amazing Grace song and Scripture Reading, some people delivered their speeches as the tributes to Steve… They recalled how beautiful Steve was as a man when he was alive, that he was a wonderful and loving father to his children, as well as a best friend and loving husband to his wife…

A lot of people in the room were crying during the tributes… including those delivering their speech in front. I myself couldn’t hold my tears rolling down from my eyes… A lady sat next to me did not stop crying from the beginning of the service. She kept saying how much she felt for Steve’s wife and children and how much she scared if the same situation happened to her family… (Well, that was what in my mind too.)

At the end of the memorial service, people gave each other big hugs. Everybody shared the feeling of losing their beloved one.

There again, I saw how beautiful our community was. Steve was not our family by blood, but he was our family in the community regardless.

***

During the memorial service and in our way home, I was forced to face the reality again…that life is so short. And I realized my turn would eventually come, I just don’t know when. Then I was thinking about what people would say about me in my own memorial service *with me watching them saying it from somewhere*… Would I be happy with the speech? Would I expect something else they should say?

It was a funny thought, I know. But then again it reminded me that there are still a lot of things I want to do while I’m still alive…something that would be beneficial not only for me but also for others…something people around me would remember when I come to the end of my days…

If everyone realizes that living in this world is not for forever, there should not be a lot of argument, fights or wars. Everyone should live together in peace, supports each other and enjoys every moment in their life. At the end of the day, everyone would leave this world, whether they like it or not… So, what are those arguments and fights and wars for? *do I sound a bit too religious here?*

***

To end my entry today, I quote what was written in the handout for Steve’s memorial service yesterday (both in NZ native language & English):

E Hoa

Kia Kaha

Kia Toa

Kia Mana

Haere Haere Haere Ra

Our Friend

Be Strong

Be Brave

Be Spiritual

Go in Peace…Go in Peace…

 

*in memorial of Steven Forrester, our friend, who passed away in May 20, 2010

May 22, 2010 at 2:31 am Leave a comment

great time…great ladies…

Masih tentang acara semalam, Erly sempat membuat kompilasi foto para ladies. See what I mean? All looked great and happy…:)

Yes, we all had a great time last nite…

Ps: Thanks Erly for the photo compilation…

February 8, 2010 at 2:33 am Leave a comment

last nite ladies party

Yess…yess….yesss…!!!!

Maaf sodara-sodara, saya emang lagi seneng…The Ladies Party semalem terbilang sukses. Dari 21 orang yang sempat confirm, 18 orang hadir (yang 3 orang lagi mendadak ada acara laen, caught a cold, dan yang satu ketiduran…).

Menurut Erly — one of the EOs — feedback dari yang datang semalam rata-rata bilang “seneng”, “ketemu teman-teman yang seru” [ya iyalah...*sombong*], “kenalan baru”, “bukan tipe-tipe yang gossip” [emm, kalo ladies yang ngumpul bukan brarti full gossip kali yee... :) ], “pada modis”, “acaranya menyenangkan” [hidung langsung kembang-kempis], “tempatnya cozy” [yoolohhhh...untung apartemen-nan-sempit-saya bisa menampung para ladies semalem], “makanannya enak-enak” [kalo ini the praise goes to Mely - for the bakso, Erly - for the fruit cocktail, dan tentunya ibu yang dipesenin snack-snacknya, hehehe...], “timing party-nya pas”, dan “gak sabar tunggu event2 berikutnya…”. [Yaii...bisa buka Event Organizer betulan nih...!].

Tadi pagi saya sudah kirim email ke semua yang dateng seperti ini:

 From: YeniUnique
Sent: Monday, February 08, 2010 6:36 AM
To: The Ladies
Subject: Thank You
 Dear Ladies…Dari lubuk hari yang terdalam [*halah, apa sih?*], diriku mau mengucapkan Makasih…Xie Xie…Merci…Mille Grazie…Arigato…Matur Nuwun…Spasibo Balshoye…Gracias A Todos…Kap Khun Krap… atas kehadiran para ladies di acara tadi malam. Last nite was so much fun with you all… Karena memang tiada kesan tanpa kehadiran Anda…*tambah lebay dotcom* Foto-fotonya sebelum didistribusikanpun bakal di-edit sama jeng Erly dulu (biar keliatan tambah cuantik-cuantik semuanya :) ). Big thanks for the EOs (Erly, Enda, Mely) yang udah membantu menyiapkan pritil…(eh…pritil bokk…Jadi inget omongan Enda semalem :-p), maksud saya, detail party-nya…sehingga semua berjalan dengan lancar. Thanks juga sumbangan snack & minuman dari teman-teman.

Sampai ketemu di next party :) :)

Cheers,

Unique

Dan tentunya tidak lupa saya lampirkan salah satu foto all ladies dg gift masing-masing:

Oia, saya kasih lagi nih…satu bonus foto… diriku (yg berbaju putih), suami yang membantu dekor dan persiapan party, juga Enda & Erly yg jadi EO Team… (psstt… kayak Charlie and the Angels ya? Hahahaha….)

February 8, 2010 at 12:47 am 2 comments

Pre Valentine’s Gals Party

Minggu lalu saya ditagih oleh Enda, sohib saya, untuk mengadakan girls parteeh di rumah saya. [‘rumah’ yang saya maksud di sini adalah one-bedroom-apartment-nan-kecil yang disediakan perusahaan yang saya tempati bersama suami].

Well, bolehlah. Udah lama juga para cewek gak ngumpul bareng.

Bersama Erly, kami bertiga menyusun rencana. Disepakati tanggal mainnya [*halah*] adalah hari Minggu, 7 February 2010, jam 4 sore. Konsep acara juga sudah disusun, pokoknya yang berbau romantis lah…[jiahhh…].

Dress code pink ato putih [sebentarrrr…saya punya gak ya baju warna pink? Ouch…tampaknya nyonya rumah bakalan pusing nyari kostum nih…].

Invitees List digagas. Ada sekitar 30 nama terdaftar. Undangan dibuat oleh Erly, seperti di bawah… Undangannya cakep kan…cakep kannnn…???? [maksadotcom, hehehe…]

Undangan tsb. udah dikirim via email dan Facebook. Dan responnya lumayan [pake banget!]. Tampak bakal seru nan heboh sih acaranya…yiiihaaa…!!

Tapiiii…ada satu masalah… our-one-bedroom-apartment cukup gak yah buat menampung cewek-cewek? Pengalaman waktu saya ngadain baby shower buat Irma taon lalu, 15 orang yang dateng udah membuat ruang tamu merangkap dapur di apartemen kami sesak tiada tara.

Waaa…kayaknya kudu bangun tenda nih saya…

Tapi gak apa-apalah… walaupun harus dibela-belain membangun tenda, yang penting acaranya OK. Bukan apa-apa…udah berasa lumutan juga nih di gunung…perlu ada acara seru dan heboh sesekali.

Oia…belum pesen snack…duuhhh…!!!

February 2, 2010 at 1:48 am Leave a comment

threesome lunch date

hari ini saya berkesempatan lunch bareng seorang teman, cewek, yang sudah lamaa… tidak bertemu. saya kenal dia sewaktu masih sama-sama single, dan sekarang selain sudah menikah dia juga sudah punya dua anak lucu-lucu, satu laki-laki dan satu perempuan.

we’re having a threesome lunch date. di oriental resto, kuala kencana.

dia datang dengan membawa anak laki-lakinya yang berumur 3,5 tahun. a cute lil’ boy… perpaduan teman saya yang berdarah jawa dan suaminya yang asli papua. rambutnya yang agak kriwil, dikit aja sih kriwilnya, terlihat menggemaskan (sumpah, anak ini rambutnya lebih banyak ikut maminya yang berambut lurus). mata hitamnya yang bulat dan besar memandang saya dengan pandangan malu-malu sekaligus curious. mungkin dia berpikir, siapa sih tante yang makan dengan mami saya ini? upps…tante :p.

setelah cupika-cupiki dan menanyakan kabar masing-masing, teman saya membantu anaknya untuk duduk di kursi tinggi khusus untuk anak-anak.

menu pesanan kami: sapo tahu seafood, capcay goreng seafood, sapi lada hitam (yum!), nasi putih untuk saya, dan nasi goreng vegetarian untuk teman saya.

teman saya dengan amat telaten menyuapi anaknya sembari membagi perhatiannya untuk juga mengobrol dengan saya. dia terlihat amat sabar meladeni anaknya yang kadang ingin menyuap makanannya sendiri (yang berakibat butiran nasi berhamburan di meja dan di lantai), menanggapi omongan anaknya (yang masih belum begitu jelas artikulasinya, misal menyebut ‘otel’ untuk wortel), menegur dengan halus ketika anak lelakinya mencoba menaikkan kaki ke meja, menegur sedikit agak keras ketika anaknya memasukkan jarinya di cangkir teh saya.

saya tidak banyak bicara. alasan utamanya sih karena saya sibuk memperhatikan cara teman saya memperlakukan anaknya. kelihatan sekali kalau dia sangat menikmati perannya sebagai ibu. and yes, she loves being a mom. she even told me that she’s now living only for her kids. wow!

saya merasa sedikit jealous melihat interaksi ibu-anak di depan mata saya. you know, mungkin jam biologis saya memang sudah mulai tak-tik-tok untuk mulai punya my own offspring.

teman saya juga menanyakan ‘kapan nih niq…?’ [versi lengkapnya: kapan mau punya baby]

walaupun pertanyaan itu sudah kesekianribukali ditujukan kepada saya, tetap saja sulit untuk menjelaskan mengapa sudah hampir dua tahun menikah perut saya masih saja rata. sementara beberapa teman yang baru saja menikah langsung ‘isi’.

bukan karena saya bermasalah dengan my internal property , setidaknya dari hasil check up terakhir dengan obstetrician beberapa waktu lalu (knock the wood, mudah-mudahan gak pernah bermasalah), tapi karena memang belum waktunya. pingin sih iya…

sesudah selesai lunch, saya ikut teman saya mengantarkan anaknya ke rumah mereka, sebelum kami kembali bekerja. dinding ruang tamu di rumah teman saya dipenuhi foto-foto berpigura kedua anaknya. nice! saya juga bertemu dengan anak perempuannya yang baru berusia 1.5 tahun.

saya mulai lebih mengerti mengapa teman-teman saya selalu mengatakan, ‘being a mother is the most valuable experience in one’s life. it is something to die for.’

that kind of experience untuk saya sendiri…? well, one day… hopefully.

January 21, 2010 at 8:03 am 1 comment

my best friend’s wedding

judulnya kayak judul filem ya?

my best friend got married last saturday!

12 december 2009. di canggu, bali. dengan pesta yang dirancang private dan outdoor.

sayang, saya tidak bisa hadir dan menyaksikan teman saya tied the knot.

hanya bisa mengucapkan selamat menempuh hidup baru…untuk sahabat saya PIPIT dan her-now-husband, LUCKY.

wish you happily ever after…

December 14, 2009 at 10:58 am Leave a comment

fun farewell party

tadi malam, saya (bersama beberapa teman) membuat acara farewell party untuk our beloved girlfriend, irma hewitt.

kalau acara perpisahan biasanya standar saja, tadi malam kami buat berbeda.

konsepnya adalah acara perpisahan yang fun sekaligus menjadi girls nite out yang berkesan.

dress code: feminine. jadilah yang datang rata-rata berdandan cantik.

kemudian, kita membuat 2 games. games yang pertama adalah lomba dance dengan lagu favorit irma. secara… irma dulu doyan bergoyang kalau ada party di jobsite:).  lagu yang dipilih “can’t get you out of my head”-nya kyle minoque (mudah-mudahan saya betul menulis judul lagunya, hehehe…). irma memilih 3 pemenang yang kita berikan doorprize.

games kedua saya beri judul “all about irma”. the girls (kecuali saya sebagai host, irma dan eo team) dibagi menjadi 3 kelompok. masing-masing kelompok harus membuat yel-yel yang fun, kemudian mereka berkompetisi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan irma. kelompok yang mengumpulkan score tertinggi dan kelompok dengan yel-yel paling keren mendapat hadiah. belive me, it’s soo fun…!!

sesi berikutnya adalah memberikan kesan-pesan untuk irma, memberi kenang-kenangan, a little speech from irma, dan pemilihan the best dress.

dan…the most fun of all kayaknya sesi foto-fotonya deh :) . gak tau deh berapa ratus foto yang diambil. semua sadar camera soalnya… dan narsis!! hehehehe…

seusai acara rasanya senang banget karena all seemed to be happy and have lots of fun!!

sama seperti postingan saya tentang bridal shower beberapa waktu lalu, feel free untuk menggunakan ide fun farewell party seperti yang kami buat tadi malam. kalau memerlukan eo, bisa menghubungi saya :)

buat irma & family… all the best! we’ll see each other again somewhere, somehow…

December 4, 2009 at 1:40 am Leave a comment

bridal showers

i was very busy last sunday.

dalam satu hari menghadiri 2 bridal showers…

yang satu untuk sahabat dekatku, pipit, who’s getting married on dec. 12 (which i unfortunately cannot attend…) dan yang satunya lagi untuk seorang teman juga, aline, who’s getting married on dec. 19.

bridal showers-nya seru! terutama yang untuk my best friend (iyalah…secara saya yang jadi eo plus host-nya, hehehehe… memuji diri sendiri).

acara untuk si pipit simple aja… kita mengundang pipit untuk brunch bareng teman-teman cewek kantor di resto. semi surprise party gitu deh…coz she didn’t have a clue what’s going to happen during the brunch, hehehehe. trus, the bride to be didandani dengan kerudung brokat (yang harus dipakai selama brunch) dan kita membuat games.

games pertama, untuk cewek-cewek yang ikut brunch, selain the bride to be tentu saja. gak boleh menyebutkan nama ‘pipit’ selama brunch! yang lupa atau nekat menyebut nama itu harus memakai lipstick warna merah (pake banget) yang disediakan di meja. kebayang kan kalo yg gak pernah pakai lipstick warna merah terang harus pakai lipstick warna begitu? jadinya terlihat lucu. dannn…saya sebagai host, lebih sering lupa untuk tidak menyebut nama pipit. terpaksa saya harus bolak-balik pakai lipstick merah sampai udah mirip lenong. padahal saya bukan fans lipstick warna merah terang.

games kedua yang paling seru dan biasanya selalu sukses untuk bridal shower. saya menyebutnya ‘soul-match’. ini berupa list pertanyaan yang sudah ditanyain dulu sama cowoknya sebelum bridal shower (ceweknya gak boleh tahu lho…). pertanyaan2 yang saya buat gampang kok… seperti “apa warna favorit kamu”, “tempat mana yang paling pengen kamu kunjungin sama pasangan”, dll. boleh juga membuat pertanyaan-pertanyaan konyol. trus, jawabannya di-crosschek sama calon pengantin perempuan. kalau jawabannya gak match, si calon pengantin dikasih hukuman (terserah host-nya mau ngasih hukuman apa). dari pengalaman beberapa bridal shower, ternyata walaupun pertanyaannya simpel, belum tentu calon pengantin perempuan bisa menjawab dengan tepat seperti yang dijawab oleh cowoknya. di situ serunya sih. sekalian bisa melihat, sebenarnya sebagai calon pengantin, perhatian gak sih sama hal-hal kecil dari pasangannya?

gara-gara games kedua itu (ditambah games yang pake lipstick), meja kami luar biasa rame.

sesudah itu kami memberi pesan-petuah buat si calon pengantin sama a little gift for her.

jadi ingat bridal shower saya sendiri tahun lalu… yang paling berkesan dari acara seperti itu sebenarnya adalah kebersamaan dan perhatian dari teman-teman.

buat yang ingin mengadakan bridal shower untuk temannya…. ide di atas boleh dipakai. seru kok… atau boleh juga mengundang saya untuk menjadi eo-nya, hahahahahaha…

December 2, 2009 at 12:09 am Leave a comment

wedding invitations

hari ini saya menerima dua undangan pernikahan sekaligus. yang satu undangan untuk tgl. 12 – 12 – 09 di bali, yang satu untuk tgl. 19 – 12 – 2009 di jakarta.

dua undangan elektronik cantik, dihiasi foto-foto calon pengantin serta puisi serba indah… dilatari lagu pilihan masing-masing pasangan…

entah mengapa, setiap kali menerima surat undangan, apalagi dari teman dekat, hati saya langsung menghangat. excited. ikut merasakan kebahagiaan calon pengantin.

ingin rasanya saya bisa hadir di kedua pernikahan tsb. apalagi di pernikahan tgl. 12 – 12 – 09 karena itu pernikahan sahabat dekat saya. sayang…jadwal rotasi cuti saya tidak pas dengan tanggal pernikahan sahabat-sahabat saya itu… ditambah lagi peak season bulan desember untuk semua penerbangan dari timika.

ah…sedih rasanya tidak bisa datang…

untuk kedua pasang calon pengantin…saya (dan suami) hanya bisa mengucapkan:

though we can’t be there with you as you both tie the knot, we’re wishing you all our wishes for this special bond… congratulations! may your wedding day be the new beginning of an everlasting happiness…

 

 

November 27, 2009 at 6:57 am 2 comments

Wanita Kuat

Tadinya postingan ini mau saya beri judul “Kekuatan Wanita”. Tapi pikir-pikir wanita kuat lebih cocok :)

Ini tentang salah seorang teman saya, yang menikah dengan an Aussie bloke. Sempat tinggal di Tembagapura, tapi sekarang mereka sudah menetap di Australia. Dia sudah punya 3 anak, lucu-lucu dan nggemesin banget (anaknya, maksud saya). Cowok semua. Jarak antara anak pertama-kedua-ketiga gak terlalu jauh (terutama anak kedua & ketiga, cuman setahun lebih). 

Semasa di Tembagapura, dia dikenal sebagai party girl yang penampilannya senantiasa modis. Kalau di kota besar mungkin sudah bisa digolongkan dalam geng sosialita. Di balik penampilannya itu, siapa sangka dia wanita yang tough.

Dalam suatu kesempatan sharing lewat e-mail, dia berbagi cerita tentang perjuangannya melahirkan anak ketiga di Aussie. Dengan kondisi suami bekerja di luar Aussie, masih harus mengurus 2 anak lain yang masih kecil-kecil, plus gak punya pembantu atau baby sitter (secara, mahal banget bok bayar baby sitter di luar). 

Di email-nya dia menulis:

“Ngga ada yg bantuin aku sama sekali pas abis ngelahirkan. Cuman hubby doang, itupun si bungsu, Angus, baru umur 5 hari, hubby malah dah hrs balik kerja. So smuanya aku urus sendri sama 2 anakku lainnya. Hubby balik aussie lg, si bungsu dah 1,5 bln.
 
Mama mertua pas aku ngelahirkan ngga di Brisbane, karena ke rumah kakaknya yg di Rockhampton, 2 hr sblm aku ngelahirkan. so I didn’t get any help at all. It was tough. Mana ada Joe ama Sam lg yg hrs aku perhatiin. trus harus antar Joe ke skul, jln kaki smbil dorong troli Sam ama si bungsu. Jahitan sakit, blm kering. 1 mnggu kemudian perut bawah aku sakit, krna trlalu cape. Pdhl dokter blng, hrs bnyk rest. But i’m over it now,,,
 
Mau merengek ke siapa? I have to be strong, for me, for the kids and for my hubby yg krja keras utk aku ama anak2ku. Mau merengek/complain ngga bakalan dpt apa2, yg ada jd depresi, krna ibu habis ngelahirkan itu sensi banget, hormon blm stabil, makanya bnyk yg masuk rmh sakit jiwa. Itu sebabnya hrs bnyk rest. But i don’t get that at all. At least i know i’m a strong woman, i made it.”

Membaca e-mailnya, saya berdecak kagum. Membayangkan teman saya, seorang diri mengurus 3 orang anak, dengan kondisi kesehatan yang belum pulih sehabis melahirkan. Selain anak, segala urusan rumah tangga juga ditangani sendiri. Wow! That’s absolutely not easy.

Yang paling aku suka adalah kata-katanya, “mau merengek/complain ngga bakalan dpt apa2, yg ada jd depresi…” 

Hmm…bandingkan dengan banyak dari kita yang sedikit-sedikit complain. Betul gak?

Dan di akhir e-mailnya dia menyisipkan “Kalau aku bisa, kamu juga bisa…”

(saya sedikit rasan-rasan gimana kalau, entah tahun depan atau tahun berikutnya, harus melahirkan dan mengurus anak di luar Indonesia).

Thanks a lot buat sharing dan memberi saya motivasi. You’re right…if you can do it, I should be able to do it as well.

You’re really tough, girl! :)

September 10, 2009 at 1:57 am 4 comments

BONJEP

Semasa di SMU Van Lith, saya punya teman yang biasa dipanggil Bonjep, kependekan dari Boneka Jepang.

Nama aslinya sih sebenarnya Maria Lies…dan kalo gak salah belakangnya ada Purbahapsari-nya. (Mohon dimaafkan kalau salah, mumpung masih bulan Ramadhan, hehehehe…)

Dia dipanggil Bonjep mungkin karena gara-gara rambutnya yang halus dan lurus selalu dipotong bob agak pendek dan berponi. Kalau poninya sudah mulai kepanjangan, suka kadang-kadang menutupi matanya yang agak sipit.

Dia dipanggil Bonjep juga karena memang masa-masa di Van Lith hampir semua punya nama kesayangan… ada yang dipanggil Gutul (padahal nama aslinya Yenny, kayak nama tengah saya), ada Kentel, ada Tapir, ada Basgor alias Bakso Goreng (yang nama aslinya Fransisca), ada Koteka gara-gara dia dari Merauke, bahkan ada yang dipanggil Caboel…!! Pokoknya macem-macem deh! Dan nama kesayangan itu yang selalu digunakan selama 3 tahun kami di SMU, bahkan sampai sekarang semisal di milis. Dann…tidak boleh protes sodara-sodara, karena percuma juga protes soalnya, hehehehe…

Bonjep dalam kenangan saya (ceile…) adalah seorang cewek yang agak pemalu tapi pintar. Kalau tidak salah dia selalu masuk 10 besar di kelasnya. Hebat. Dia dari Lampung, berperawakan halus, dan kalau ngomong suaranya agak seperti anak-anak. Waktu itu lho…

Pada waktu kelas tiga, saya tinggal seunit dengan Bonjep. Menjelang ujian, dia suka belajar sampai malam di lorong…yang membuat saya juga terinspirasi untuk ikutan belajar…dan pernah sama-sama terbirit-birit masuk ke kamar gara-gara dikagetkan oleh  suara Sr. Ursula dari depan pintu unit “Ayo…anak-anak…waktunya tidurrr…!”

Jam tidur asrama dipatok jam 10 malam, dan waktu itu sudah hampir jam 11. Uuhh…suster mengganggu saja… Kita kan lagi semangat belajar…:-p

Lulus SMU, saya kehilangan kontak dengan Bonjep. Sama seperti yang ditulis Gita di salah satu postingan di blog-nya, alasan utama hilang kontak dengan teman-teman adalah kesulitan komunikasi. Pan belon ada hape di jaman itu…

Nahhh….Bonjep ini salah satu teman yang bisa terhubung lagi dengan saya berkat situs jejaring Facebook. (Lama-lama Facebook bisa pakai slogan-nya Nokia “Connecting People” nih…hehehe…).

Tadi malam…Bonjep menyapa saya lewat fasilitas chatting di Facebook. Dan kita ngobrol cukup lama, walaupun suka emosi gara-gara koneksi internet yang aduhai lelet nan error, yang membuat obrolan kita putus-sambung. Dari chatting semalam saya tahu kalau Bonjep sudah menikah dan sekarang tinggal di Jambi bersama suami tercinta.

Saya goda dia dengan mengatakan “Waa…surprise Bonjep udah merit…” dan dia balas “Sialan lo!”. Huahahahahaha…

Sumpah, saya kangen teman-teman SMU saya… termasuk Bonjep!!

 

Ps: Jep, kalau dikau membaca postingan ini, tolong jangan ge-er yach…?!? Hihihihihi…

September 4, 2009 at 11:17 pm Leave a comment

Older Posts


Recent Posts

Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.