Posts filed under ‘Cooking World’
Kencan Pertama dengan ‘Crock Pot’
Malam minggu kemarin, saya mengawali kencan saya dengan crock pot. Setelah agak lama saya ‘anggurin’, saya pikir tidak ada salahnya untuk give it a try.
Seperti kencan pada umumnya, kencan pertama ini juga membuat saya agak deg-degan, jantung berdebar-debar [*halah*], sekaligus excited…apakah kencan ini akan berakhir sukses atau tidak.
Untuk yang pengen tahu crock pot itu makhluk berjenis kelamin apa…bisa dilihat di sini.
…………………….
Iya sodara-sodara…crock pot itu bukan jenis cowok hensem, tapi peralatan masak yang sifatnya slow cooker. Maaf kalo udah mengecewakan imajinasi pemirsa :p
Anyway…crock pot saya itu sudah nongkrong di lemari pantry hampir 2 bulan. Saya peroleh dengan harga murah dari teman saya, Irma Hewitt, ketika mereka leaving for good dari Tpra. Bukan brand new, tapi kondisinya masih OK. Irma bilang, kalau doyan makan daging yang dimasak kayak rendang atau stew gitu, memasak pake crock pot cucok banget.
Dan malam minggu kemarin, saya coba masak rendang. Simpel aja… daging yang mau dimasak direbus dulu sebentar dengan menggunakan kompor (dan panci tentunya, hehehe…), kemudian di-transfer ke crock pot dan ditambah bumbu rendang, ekstra bawang putih yang cukup dikeprek saja, beberapa lembar daun jeruk purut, trus sedikit santan. [Saya sih pakai bumbu rendang siap pakai dan santan kotak aja]. Udah deh, crock pot-nya dihidupkan, temperatur di-set ‘low’, dan saya tinggal tidur. Besok paginya daging udah mateng dan jadi lembut banget! Untuk gigi, sangat user friendly deh…[halah, apa sih?]. Padahal saya pakai daging paling murah [baca: paling alot] dari shopping.
Suami juga seneng makan daging yang dimasak dengan crock pot. Soalnya jadi gak perlu repot-repot mengunyah, hehehe.
Kayaknya saya mulai jatuh cinta nih sama peralatan masak satu ini. Sangat membantu untuk yang kepengen praktis dan gak mau standby di dekat kompor saat memasak. Lah, begitu daging dan bumbu-bumbu dimasukkan, crock pot di-on-kan, bisa ditinggal tidur atau mengerjakan aktivitas lain…tanpa takut masakan hangus. Cuman … pemakaian listrik juga perlu diperhatikan ya ibu-ibu…
Seperti halnya yang lain, setiap ada kelebihan pasti juga ada kekurangannya. Untuk crock pot, karena waktu memasaknya sangat lama dengan temperatur rendah, maka [katanya] nutrisi makanan juga banyak yang hilang, terutama kalau memasak sayuran. Untuk lebih jelasnya, baca di sini ya…
Oia, untuk yang males browsing di link yang saya kasih, ini saya beri bonus gambar crock pot. Bukan foto crock pot punya saya sih… tapi miriplah… Dan berhubung postingan ini sudah di bulan February, gambarnya saya pilih yang berwarna agak PINK… [penting gak seeehhh…??
].
Happy cooking…!!
Apricot & Almond Slice — yummy!
This is one of my favorite cakes ever. It’s not so difficult to make and it tastes so yummy! Guess where I got the recipe?? Yup, my mum-in-law…:-)
APRICOT & ALMOND SLICE
(Any fruits can be used insted of apricots, e.g. stewed apples)
Ingredients:
- 1 large can of apricots
- 2 eggs
- 1 cup caster sugar (you can reduce it if you don’t like too sweet cake)
- 250 grams soft butter – chopped
- 2 cups self raising flour
- 1/2 cup almond meal (almond flour)
- finely grated rind of 1 large orange
- 2/3 cup of milk
- 1 teaspoon vanilla
- 2 tablespoon icing sugar — to serve
- thick cream — to serve
Method:
1. Pre-heat oven 180 degree Celcius
2. Grease & line 16×26 slab tin
3. Drain apricots
4. Process eggs & sugar until pale yellow.
5. Add softed butter and beat for 2 minutes or until creamy.
6. Sprinkle flour, almond meal, and grated orange rind over butter mixture, pour milk & vanilla over dry ingredients.
7. Beat all ingredients together well.
8. Spoon 2/3 of batter into prepared pan. Smooth top.
9. Place apricots, cut side up over mixture.
10. Spoon remaining mixture over apricots. It doesn’t matter if it doesn’t cover the fruit.
11. Bake for about 45 minutes, or until cooked. Then, allow to stand for 10 minutes.
12. Sprinkle with icing sugar, cut into squares. Can be served with thick cream.
Belive me…one slice is never enough. I just baked one today because we had a family came over for a coffee. They just love the cake
Worth the effort, really.
note: if you don’t have self raising flour, shift combined plain flour and baking soda (1 cup flour: 1 flat teaspoon baking soda)
ayam rica-rica
sudah lama suami minta saya untuk memasak ayam rica-rica. secara, dia doyan banget masakan indo yang puedes. ayam rica-rica termasuk favorit doi. tapiii…sebelum-sebelumnya saya selalu mengelak dan bilang bahwa bumbunya ribet lah… bahannya susah dicari lah…[padahal cuma gak pe-de masaknya... tar kalo gak sukses gimana?]
sudah lama juga saya browsing resep ayam rica-rica dan mengoleksi beberapa resep masakan khas menado tsb dari berbagai sumber. favorit saya resepnya kang rudy choiruddin. soalnya tampak mudah *halah, sok!*
bahannya: 1 ekor ayam dipotong 16 bagian (sebenarnya sih potong sesuai selera ajah); 2 batang serai dimemarkan; 6 butir bawang merah dirajang; 1 lembar daun pandan (saya rajang halus – walopun resepnya gak bilang kudu dirajang :p); 5 lembar daun jeruk; 50 ml minyak goreng; 150 ml air; 1 buah jeruk nipis.
udah? belommm… masih ada bumbu yang dihaluskan (gak usah halus banget): 12 buah cabe merah; 10 buah cabe rawit merah; 7 siung bawang putih; dan 4 cm jahe. oia, jangan lupa dikasi garam dikit saat mengulek bumbunya.
resep kang rudy saya modifikasi dikit…saya tambahkan 1 lembar daun kunyit yg dirajang halus (terlanjur beli soalnya… jadi rugi kalo gak dipake :p), 1 buah tomat merah yg dihaluskan bersama bumbu lain, dan sedikit gula pasir (kira-kira 1 sendok teh).
cara memasaknya: tumis bawang merah, serai dan daun pandan (plus daun kunyit), aduk-aduk hingga harum. Masukkan bumbu yang dihaluskan dan daun jeruk, aduk hingga harum. Masukkan ayam, aduk hingga ayam berubah warnanya, tambahkan air, kecilkan api dan tutup. diungkep hingga airnya agak mengering sambil sesekali diaduk-aduk. angkat. tambahkan air jeruk nipis, aduk hingga rata.
pas masak, wanginya langsung menyebar ke seluruh ruangan lho… uenak banget gitu aromanya. mungkin karena pake irisan daun pandan tadi. begitu matang, icip dikit…hmmm…nyammm…
langsung laperr…. jadilah lauk makan malam kita ayam rica-rica. suami makannya nambah lho… enak banget katanya
yang demen makan yang pedes, resep ini patut dicoba. gampang banget kok…. dan yang penting rasanya YUMMY!
*foto dipinjem dari sini
dinner menu
gara-gara bertandang ke blog-nya mbak atli (keluarga nugraha) dan liat resep nasi goreng teri , saya jadi kepingin masak untuk makan malam nanti. menunya tentu saja nasi goreng teri
bosan juga makan masakan mess hall terus. dan kebetulan pula, suami doyan makan teri. jadi klop.
jam makan siang, saya ke family shopping. untung lagi ada teri medan. langsung beli 2 bungkus [*maruk*]. cuman, setelah saya liat lagi resepnya, masih kurang bawang merah dan daun bawang. jadi harus mampir shopping lagi nih…
selain resep nasi goreng teri, saya juga tertarik dengan resep ayam suwir cabe ijo , kayaknya bikinnya gampang trus kliatannya yummy gitu deh. [dan emang resep-resep di blog keluarga nugraha semuanya terlihat menggoda]. mungkin besok saya cobain resep ayam suwirnya.
pada dasarnya saya memang suka memasak, terutama untuk orang-orang yang saya sayangi. dan kalau masakan saya dinikmati oleh mereka, rasanya puas banget!
buat mbak atli…thanks buat resepnya ya… mudah-mudahan sih ‘rasa’ masakan saya nanti paling tidak bisa mendekati aslinya, hehehe…
