Archive for September, 2010
My Brothers
Dalam beberapa postingan saya, sepertinya saya lebih banyak cerita tentang adik cewek saya, Yustine. Well, saya juga punya dua adik cowok…yang sepertinya cukup seru untuk diceritakan.
Adik cowok yang pertama (dia anak ke-4) namanya Nug…biar lebih keren, dia menamai dirinya Nuno, hehehe. Nuno ini gak cakep-cakep amat…tapi herannya banyak cewek yang rela nempel sama dia. Ckckckckkk…heran saya :p. Mungkin karena kemampuannya bermusik dan keahliannya dalam merayu cewek kali ya? Hihihihi…
Yang bungsu (anak ke-5) dipanggil Pri, tapi kami memanggilnya dengan sebutan Dedek. Namanya anak bungsu, walopun sekarang umurnya udah 20 taon, tetap aja he’s the baby in the family, right? Jadi teteupp aja kami memanggil dia Dedek
. Dedek ini orangnya lumayan tinggi dan cukup atletis karena doyan olahraga. Waktu dia masih SMP, kami biasanya latihan tinju bareng di belakang rumah dengan menggunakan sansak karung diisi pasir sungai ketika saya pulang kampung untuk cuti.
Okay…saya selalu happy ketemu dan spend some time dengan adik-adik saya, right? Kalau Yustine adalah a fun buddy for shopping and spending :p, Nug dan Dedek biasanya rela berkorban menemani kakaknya yang cantik ini untuk shopping berjam-jam! Sambil tentunya mereka merelakan diri untuk membawakan hasil belanjaan. Yuk maree…tangan kiri kanan penuh tetengan belanjaan saya ya bang…:p
Saya dan Yustine juga amat senang membuat adik-adik cowok kami sedikit rikuh ketika menemani kami jalan-jalan, dengan cara menggandeng tangan mereka atau merangkul pundak mereka. Dan biasanya kedua adik cowok kami itu protes, “Duh, kakak matiin pasaran aja nih…! Mana ada cewek mau ngelirik kalau dirangkul sama tante-tante kayak gini…” Hahahaha… Sialan, dibilang tante-tante. Tapi saya sih biasanya tetap menggandeng adik cowok saya dengan cueknya tanpa mempedulikan protes dari mereka. Dan kedua adik tercinta saya itu akhirnya pasrah digandeng atau dirangkul, hehehe…
Dann…karena wajah kami adik-beradik tidak ada yang mirip, banyak yang menyangka kalau saya adalah pacarnya adik saya ketika kami jalan-jalan, hahaha! Seperti tadi malam misalnya, saya dan Dedek pergi ke Ambarukmo Plaza. Ketika sedang melihat-lihat pameran batik di lantai dasar, Dedek pergi ke stand yang berbeda dengan saya. Satu menit kemudian, dia mendekati saya dan berbisik-bisik, “Kak, kamu dikira bojo-ku lho…” Hahahaha…
Oh iya, tadi malam saya dan Dedek kan jalan-jalan langsung sesudah pulang dari gereja. Saya mengenakan gaun terusan warna hitam, sepatu hak tinggi, dan meneteng tas emak-emak…sementara adik saya berpakaian casual, jeans dan kaos hitam. Sambil berjalan, of course, saya gandeng adik saya itu. Jadinya memang kayak tante-tante sedang jalan dengan brondongnya, hahahaha…
Penasaran dengan tampang adik-adik cowok saya? Ini saya kasih fotonya. Yang pertama adalah foto saya dengan Nug alias Nuno…dan foto kedua saya dengan Dedek. Memang gak mirip sih, mereka bilang saya mungkin anak tetangga :p
Suatu Siang di Café Mahasiswa
Siang ini saya mampir ke sebuah café mahasiswa UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) yang dinamakan Garden Café. Iseng aja sih…mumpung mumpung tu café percis di seberang hotel UNY tempat saya menginap. Tempatnya cukup cozy, ada kursi & meja di dalam dan ada juga kursi&meja yg dibuat dari ban mobil bekas yang diletakkan di luar café. Pilihan menunya juga lumayan… dan murah meriah! Secara harga mahasiswa ya bok…
Siang ini cukup banyak pengunjung yang datang ke Garden Café. Sesudah memesan sepiring lotek dan segelas es jeruk, saya memilih tempat di luar. Saya kemudian duduk dan mulai mengobservasi sekeliling saya. Karena meja-kursi saling berdekatan, otomatis saya juga bisa mencuri dengar obrolan anak-anak mahasiswa di sekeliling saya.
Oh, I was feeling odd and old… anak-anak mahasiswa sekarang yang diomongin gak jauh-jauh dari soal social networking seperti facebook dan twitter. Sambil duduk, mereka sibuk ngomongin soal status facebook si anu atau comment si itu terhadap status facebook si anu.
Yang sangat mencolok juga, hampir setiap pengunjung café itu (yang saya taksir semua mahasiswa, kecuali saya tentunya, hehehe…) membawa laptop atau notebook dan sibuk browsing internet, update status di facebook, dll dengan memanfaatkan fasilitas internet hotspot yang disediakan oleh pengelola café. Banyak juga yang browsing internet sambil merokok, satu cowok di meja sebelah dengan santai menghembuskan asap rokoknya ke arah saya….ugh!
Jujur, saya jadi merasa ada gap yang sangat besar antara ketika saya masih kuliah dan jaman sekarang. Jaman saya kuliah dulu, nobody brought a laptop or notebook everywhere like they do today. Well, yeah… selain harga laptop masih aujubilah muahalnya pada jaman itu, gak terjangkau kocek mahasiswa, internet juga belum semarak sekarang. Kalau mau internetan ya ke warnet ajah. Facebook dan twitter masih belom ada juga.
Saya juga merasa sedikit miris karena anak muda jaman sekarang lebih senang berkomunikasi dengan gadget mereka ketimbang ngobrol ngalur-ngidul dengan teman yang duduk di samping atau di depan mereka. Sungguh, suasananya sudah sangat lain. Kalau jaman dulu ya kita ngobrol, cekakakan, saling melempar jokes, atau ngobrolin tentang dosen kek…mata kuliah kek…cowok inceran kek (suitt…suitt…! Hahahaha…)
Pun untuk beberapa orang yang saat itu gak pegang laptop atau notebook atau blackberry, saya tidak begitu mendengar komunikasi yang intensif…atau cekakakan yang gak jelas seperti jaman saya dulu kalau sedang nongkrong bareng teman-teman. Tampaknya generasi sekarang lebih terhibur dengan dunia internet daripada saling meng-entertain satu sama lain. Oh, do I sound so 1990? Hahahaha…
Saya menduga-duga bagaimana jadinya perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi secara langsung, face to face, antar manusia di jaman serba internet ini untuk generasi muda jaman sekarang. Banyak juga lho yang lebih nyaman sms-an dengan teman di depannya ketimbang ngomong langsung tentang apa yang sedang dirasakan. Aneh ya?
Well, itu masih generasi muda di tahun 2010…gak tau kalau sudah generasi anak-anak saya kelak, 20 tahun ke depan…
My Clumsy Day…
Okay…this is a little story of me being so clumsy…today!!
This morning when I was in the queue trying to get in to the Cengkareng airport at Terminal 2, pushing a trolley with my travel bag on it, I got distracted by a Starbucks Coffee outlet in my right hand side. Well, I have to have coffee in the morning, right? And this morning I didn’t have time to grab a cup of coffee because I was in a bit hurry going to the airport. I didn’t want to miss my flight.
Anyway…the distraction brought me a little trouble. I accidentally hit a lady’s leg with my trolley. She was walking in front of me with her high heels. Realizing I had just done something wrong, I quickly asked for an apology from the lady. Unfortunately, she was not very happy. I said sorry for a few times but she was looking really mad. She said, “Easy to say sorry, but you have just hit my leg…It hurt, you know?” Whoops, I did not mean it, did I? Again I said sorry a couple more times, but still the lady didn’t seem to forgive me. I felt bad, really.
Then, after checking in and wandering around the shops at the airport, I saw the lady again (with her, uhm, I don’t know sister and brother maybe…). I walked toward the lady and again I said sorry… She looked a little bit friendlier to me by then. I asked her nicely if her leg still hurt and she said *with a little smile on her face* that she felt better. I said I was glad to hear that and apologized again to her and she smiled to me. I felt so much relieved knowing she might have forgiven me.
Then, I went to a café near Periplus Bookstore. This café had Starbucks, New Zealand Juice, and some other F&B outlets there. Although I had not had any coffee yet, I decided to buy some Cherry-Berry Juice or something like that *I forgot the exact name of the juice I ordered*. Well, I was trying to have a healthy drink, right?
After I got my juice, I picked a table, sat down, turned on my laptop, and started writing. When I grabbed the plastic container of my juice *without really looking at it*, I might have pushed the container too hard…and I spilled almost half of the juice on my skirt and shirt!! Oh, gosh!!! There was a lot of red juice on my skirt and some on my shirt. I didn’t know whether I should get mad at myself or laugh out loud of my clumsiness. I looked so messy, ouch!
I tried to clean myself but unfortunately it didn’t really work. Well, I still felt lucky that there was a Polo store right next to the café. So, I went to the Polo store, grabbed a pair of shorts and a shirt, bought them and wore them straight away to change my messy clothes!! Ahahaha…what a day!!
Well, unexpected things do happen sometimes.
Those clumsy things I did today reminded me of my husband’s favorite phrase…”Look ahead!”
Aww, he loves to tell me that… always look ahead, says him.
I think it’s true though. If I had looked ahead when pushing the trolley, I wouldn’t have hit the lady’s leg in front of me. If I had looked ahead when grabbing my juice, I wouldn’t have spilled half of the juice on my clothes.
Well, at least those clumsy things had taught me to look ahead more next time


